Gereja Turut Berduka Dengan Kepergian BJ Habibie

Habibie Tokoh Non-Partisan, Kehadirannya Menenteramkan

  • Whatsapp
BJ Habibie
INDOPOLITIKA- Gereja-gereja di Indonesia mengungkapkan dukacita mendalam atas berpulangnya Presiden RI ke-3 BJ Habibie. Sekretaris Umum Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Pdt Gomar Gultom menilai, BJ Habibie sebagai negarawan sejati, yang telah meletakkan dasar-dasar demokrasi di Indonesia. Walau masa kepresidenannya sangat singkat, namun dia berhasil mencabut regulasi yang menghambat proses demokrasi.
Pdt Gomar Gultom membeberkan sederet kebijakan politik yang diambil BJ Habibie pada masa itu. Saat itu, kata Gomar, Habibie mendorong kebebasan pers, pembebasan tapol/napol Orba, mendorong dialog awal masalah Papua.
Selain itu, Habibie juga menjadi satu-satunya pemimpin yang pada 1998 percaya pada laporan ‘masyarakat anti kekerasan’ tentang adanya kasus-kasus kekerasan seksual terhadap perempuan etnis Tionghoa selama kerusuhan Mei 98. Bahkan atas nama pemerintah, sebagai Presiden, BJ Habibie kemudian minta maaf dan meneken Keppres pendirian Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan.
“Itu semua adalah sebagai salah satu bentuk pengakuan negara, sekaligus wujud tanggung-jawab negara mencegah segala bentuk diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan,” ucap Pdt Gomar Gultom dalam keterangan persnya.
Sebagai seorang negarawan, lanjut Gomar, walau sudah tidak menjabat sebagai presiden, BJ  Habibie tetap menunjukkan pengabdiannya yang tulus untuk  bangsa. Tengok saja, dalam berbagai kontestasi pilkada maupun pilpres, kehadiran BJ Habibie selalu menenteramkan semua pihak.
“Hal itu karena beliau seorang yang non-partisan. Sehingga kehadirannya diterima oleh semua pihak. Kita sungguh kehilangan beliau. Semoga amal baktinya diterima di sisi Tuhan,” tandasnya.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *