Habis Joging di Situ Gintung, Remaja Ini Duel dengan Begal Disaksikan Pacar

Korban begal di Situ Gintung dengan luka bacok di kepala saat melakukan pengobatan di RS Hermina, Ciputat, Tangerang Selatan

INDOPOLITIKA.COM – Dua remaja yang baru saja berolahraga joging di kawasan Situ Gintung, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, menjadi korban pembegalan. Salah satu korban, JR (24), menderita luka bacok di kepala setelah berusaha melawan dua pelaku pembegalan tersebut.

Awal peristiwa itu terjadi saat JR bersama pasangannya berada di seputaran Situ Gintung usai melakukan jogging. Namun saat hendak mengantarkan pasangannya pulang di wilayah Pondok Cabe melewati TPU, tiba-tiba dihadang oleh begal yang bersenjata golok.

Tanpa basa-basi, pelaku begal langsung merampas handphone milik warga Jalan Poncol Raya, Ciracas, Jakarta Timur, itu dan berusaha merebut motor. Diduga karena Jon Ramawal  melawan mempertahankan sepeda motornya, ia lantas dibacok dengan golok hingga melukai kepalanya.

Akibat perlawanan tersebut, motor milik korban dapat diselamatkan dan membuat kalang kabut dua pelaku begal. Mereka langsung tancap gas melarikan diri lantaran warga sekitar mulai berdatangan. Belum diketahui secara pasti, apakah pelaku mengincar ponsel berikut motor yang dikendarai korban.

Saat dikonfirmasi wartawan, Kanit Reskrim Polsek Ciputat, Polres Tangerang Selatan, Iptu Erwin Subekti membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurut Iptu Erwin, pihaknya tengah melakukan lidik atas dasar informasi pembegalan di Situ Gintung. Unit Reskrim Ciputat, kata dia, telah mengantongi ciri-ciri ke dua pelaku begal.

“Benar mas, sekarang masih lidik. Korbannya masih di rawat di RS Hermina, dan besok baru diarahkan untuk membuat laporan. Peristiwa terjadi sekitar 18.30 WIB, pelaku dua orang menggunakan sepeda motor honda vario,” terang Iptu Erwin Subhekti dilansir dari radarnonstop, Ahad (19/4/2020).

Atas kejadian itu, warga sekitar dikabarkan mulai memperketat akses keluar-masuk pengendara di sekitar lokasi dengan menutup portal diberbagai persimpangan.

Selain untuk membatasi keramaian di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB), upaya demikian dilakukan guna mengantisipasi kejahatan serupa terulang. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.