Haedar: Bahas Dulu Posisi MPR Bung!

  • Whatsapp
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir

INDOPOLITIKA- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah KH Haedar Nashir mempertanyakan wacana untuk menghidupkan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Haedar mengatakan, sebelum menghidupkan kembali GBHN, ada baiknya pemerintah dan parlemen memperjelas terlebih dulu peran Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

“Sebelum membahas GBHN, perlu didiskusikan ulang telebih dulu posisi MPR sebagai lembaga tertinggi negara. Sebab setelah adanya amandemen keempat Undang-Undang Dasar posisi MPR sudah banyak mengalami perubahan. Nah ketika ingin menghidupkan GBHN wadahnya ini yang di MPR posisinya seperti apa dulu?” kata Haedar kepada wartawan di Jakarta Selatan, Jumat (16/8).

Baca Juga:

Haedar menilai, saat ini peran, fungsi maupun komposisi perwakilan keanggotaan MPR telah banyak berubah. “Kalau dulu anggota MPR itu kan wakil politik, wakil daerah, dan utusan golongan, sekarang tinggal parpol dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah). Bahkan DPD pun masih minta eksistensinya di MPR saat ini,” imbuhnya.

Haedar meminta pihak-pihak yang mengusulkan untuk menghidupkan kembali GBHN agar mendiskusikan secara matang terlebih dulu terkait posisi MPR dengan anggotaannya agar tidak kontradiksi. “Maka dari itu sebelum melompat, semuanya perlu ada konsensus terlebih dulu dari seluruh kekuatan nasional apa yang dimaksud dengan GBHN itu,” pungkas Haedar. [sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *