INDOPOLITIKABareskrim Polri mengungkap bahwa jaringan judi online atau judol yang dikelola dari wilayah Bogor, Bekasi, dan Tangerang, serta terafiliasi dengan sindikat asal China dan Kamboja, meraup keuntungan fantastis hingga Rp20 miliar.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, menjelaskan bahwa keuntungan sebesar itu diperoleh selama sekitar 10 bulan operasi.

“Para pengelola server marketing judi online di masing-masing lokasi penangkapan, yakni Bogor, Bekasi, dan Tangerang, menghasilkan keuntungan berkisar antara Rp15 hingga Rp20 miliar dalam kurun waktu kurang lebih 10 bulan,” ujar Djuhandhani dalam pernyataannya kemarin.

Ia menambahkan bahwa pengoperasian situs judi tersebut melibatkan sejumlah operator yang bertugas menjalankan sistem dan promosi daring. Para operator ini digaji antara Rp7 juta hingga Rp10 juta per bulan.

“Pengelola server dibantu oleh para operator yang menerima gaji bulanan antara Rp7 juta hingga Rp10 juta,” tambahnya.(Hny)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com