Harga Migor di Kabupaten Tangerang Sesuai HET, Disperindag: Harusnya Tak Perlu PeduliLindungi Lagi

Ilustrasi. Pemkab Tangerang tunggu Juknis pembelian migor pakai aplikasi PeduliLindungi/net

INDOPOLITIKA.COM – Pemerintah Kabupaten Tangerang saat ini masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait penerapan kebijakan pembelian minyak goreng (migor) curah sesuai harga eceran tertinggi (HET) dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

“Jadi kita lihat dulu bunyi dan arah kebijakan itu,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Disperindag Kabupaten Tangerang, Iskandar Nordat, kemarin.

Ia menjelaskan, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Tangerang harus mengambil keputusan secara bijak untuk melihat terlebih dahulu bunyi dari aturan surat kebijakan pemerintah pusat tersebut.

Oleh sebab itu, pihaknya pun tidak akan terburu-buru dalam merespon atau menyikapi aturan tersebut.

“Makanya kita lihat teknisnya dulu, biar nanti kita mudah dalam menyosialisasikan-nya ke masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, dalam menerapkan kebijakan aturan pembelian minyak goreng curah sesuai HET Rp14 ribu per liter atau Rp15.500 per kilogram yang dibatasi maksimal 10 kilogram melalui aplikasi PeduliLindungi itu perlu teknis yang jelas.

Karena, selama ini aplikasi tersebut yang diketahui masyarakat umum hanya dimanfaatkan sebagai pengecekan kesehatan dari pandemi COVID-19.

“Dan menurut saya, saat ini masyarakat umum juga tidak terlalu butuh banyak sampai beli 10 kilogram minyak. Hanya saja mungkin bagi pelaku UMKM atau pedagang saja yang perlu sebanyak itu,” katanya.

“Sekarang para pedagang di Kabupaten Tangerang sudah menjual minyak sesuai HET. Jadi sebenarnya kalau sudah sesuai tidak terlalu memerlukan lagi pakai aplikasi PeduliLindungi,” tandasnya. [Red]


Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.