Internasional

Harga Reunifikasi Korsel-Korut Lebih Murah daripada Berpisah

Duta Besar Korsel untuk Indonesia Kim Chang-beom (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Sejumlah warga Korea Selatan (Korsel) terlihat tidak antusias ketika Presiden Moon Jae-in kembali mengadakan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, untuk ketiga kalinya.
 
Namun anggapan itu dibantah oleh Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang-Beom. Menurutnya banyak warganya yang mendukung.
 
"Setahu saya, warga Korsel sangat senang menyambut pertemuan ini. Warga Korut juga seperti itu," kata Dubes Kim Chang-beom, di Jakarta, Jumat 21 September 2018.
 
"Namun ada kekhawatiran bahwa Korsel akan mengeluarkan biaya lebih banyak untuk reunifikasi. Tetapi pemerintah Korsel sudah memutuskan untuk berdamai dengan Korut," ujar dia.
 
Dubes Kim menuturkan, biaya untuk reunifikasi dihitung lebih murah daripada biaya untuk berpisah antara Korsel dan Korut.
 
"Tidak masalah bagi Korsel untuk mengeluarkan biaya banyak, tetapi kami bersatu dan juga tidak akan ada permusuhan dan peperangan lagi antar Korea," ungkap pria yang pernah menjadi perwakilan Korsel untuk Uni Eropa di Brussels ini.
 
Dilansir AFP, beberapa warga Korsel bahkan menyebut bahwa seharusnya Presiden Moon lebih memperhatikan ekonomi dalam negeri ketimbang terlalu mencurahkan perhatiannya untuk pertemuan intra Korea ini.
 
Menjelang pertemuan ketiga antara Moon dan Kim di Pyongyang kemarin, memang ada beberapa warga Korsel yang menganggap pertemuan tersebut buang-buang waktu.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close