Hari Ini Milad Mantan Wakil Presiden Kita, Almarhum Umar Wirahadikusumah

  • Whatsapp
Wapres Indonesia Ke-4 Umar Wirahadikusumah

INDOPOLITIKA.COM- Hari ini adalah hari lahir Wakil Presiden Indonesia ke-4 Jenderal (Purn) Umar Wirahadikusumah. Seperti dikutip dari Wikipedia, Jenderal Umar Wirahadikusuma lahir di Situraja, Sumedang, Jawa Barat, 10 Oktober 1924. Umar menjabat Wakil Presiden pada 1983-1988. Dia adalah wakil presiden pertama berdarah Sunda.

Umar Wirahadikusumah lahir dari pasangan Raden Rangga Wirahadikusumah dan Raden Ratnaringrum. Umar dilahirkan dari keluarga bangsawan. Di masa penjajahan Jepang pada 1944 Umar bergabung dengan PETA, pasukan tambahan rekrutan Indonesia untuk membantu Jepang dalam melawan Sekutu. Ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Umar bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat, cikal bakal TNI.

Baca Juga:

Umar menikah dengan Karlina dan memiliki dua anak perempuan. Karier militer Umar cukup kinclong. Setelah masa revolusi, Umar bertugas di Angkatan Darat. Umar ditempatkan di provinsi asalnya Jawa Barat dan bertugas untuk waktu yang lama di Kodam III/Siliwangi. Kariernya melejit setelah membantu menumpas pemberontakan PKI pada 1948 serta memerangi pemberontakan PRRI di Sumatra. Ia juga pernah menjadi ajudan Abdul Haris Nasution saat menjabat sebagai Komandan Divisi Siliwangi.

Pada tahun 1959, Umar dipercaya sebagai Panglima Kodam V/Jaya dan ia bertanggung jawab terhadap keamanan di Jakarta dan sekitarnya. Pada saat peristiwa G30S PKI, Umar ikut membantu Mayjen Soeharto, Panglima Kostrad kala itu menumpas pemberontakan G30S PKI. Di era Orde Baru saat Soeharto berkuasa karier Umar juga melejit.

Pada 1965, Soeharto mempercayakan Umar untuk menggantikannya sebagai Panglima Kostrad. Pada 1967, Umar menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat. Setelah itu pada 1969 Umar menjadi Kepala Staf Angkatan Darat.

Pada 1973, Umar pensiun dari karier militernya. Ia dimintna menjadi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 10 tahun. Selama masa jabatannya sebagai Ketua BPK, Umar membuat penilaian suram. Tak satu pun departemen pemerintah kala itu bebas dari korupsi.

Pada Maret 1983, Umar mencapai puncak kariernya. Soeharto, yang telah dipilih untuk masa jabatan keempat sebagai Presiden berdasarkan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) memilih Umar untuk menjadi wakil presidennya.

Keputusan Soeharto ini boleh dibilang tak terduga, mengingat karier Umar di politik tak lebih kinclong dari dua pendahulunya, Hamengku Buwono IX dan Adam Malik. Sebagai wapres, Umar menjadi salah seorang yang bersemangat untuk memberantas korupsi. Umar kerap melakukan inspeksi mendadak bahkan tak jarang menyamar masuk ke kota-kota dan desa-desa untuk memantau kebijakan pemerintah. Sebagai orang yang religius, Umar berharap agama dapat digunakan untuk mengubah koruptor.

Karier Umar sebagai wapres berakhir pada Maret 1988. Kala itu ia digantikan oleh Sudharmono. Umar wafat pada Jumat 21 Maret 2003 di Rumah Sakit Pusat TNI AD Gatot Soebroto, sekitar pukul 07.53 WIB. Umar meninggal karena sakit jantung dan paru-paru. Jenazahnya Dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *