Hari Kebangkitan Nasional dan Spirit Kebangkitan Santri Milenial Membongkar Kebohongan Parasit Bangsa

Maka Indonesia berharap akan ada kelompok masyarakat yang gigih menjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Melawan setiap narasi politik jahat yang tidak bertanggung jawab.

Sejatinya, bangsa Indonesia memiliki banyak komponen bangsa yang dapat menjadi kekuatan kebangkitan nasional demi berjuang menjaga persatuan dan kesatuan. Diantara elemen masyarakat yang sangat strategi adalah kalangan santri milenial. Mengapa? Sebab mereka memiliki beberapa kualifikasi yang dibutuhkan dalam konteks kekinian; yakni pertama, katagori santri yang merujuk pada kalangan muslim terpelajar.

Karena diantara yang harus dilawan santri adalah parasit bangsa dan petualang politisasi agama. Santri selaku pribadi terpelajar, akalnya akan dapat menyortir dan mencounter (melawan) politisi parasit yang mempolitisasi agama yang membungkus motif jahatnya dengan wajah yang seakan mepembela agama padahal membela syahwat politik pribadinya untuk meraih kekuasaan. Bertindak bak ular yang culas.

Kedua, katageri milenial. Strauss dan Neil Howe menjelaskan, ada tujuh karakter Millenial yaitu : Spesial, terlindungi, percaya diri, berwawasan kelompok, konvensional, tahan tekanan dan mengejar pencapaian.

Dengan kriteria demikian maka kaum milenial akan mampu melawan para petualang politik yang cerdik memanipulasi kenaifan msasyarakat lewat narasi-narsi berbahaya yang potensial merubuhkan persatuan dan kesatuan bangsa. Kaum milenial dapat memfilter bahkan melawan siasat politik parasit yang mempolitisasi tema-tema kebangsaan yang manipulatif.

Selain itu masih banyak narasi manipulatif politisi parasit bangsa yang harus di lawan kaum santri milenial, diantaranya adalah:

Kebebasan berpikir yang tidak bertanggung jawab.

Ada narasi culas yang menyatakan bahwa, setiap anak bangsa bebas berpikir dan mengusulkan apapun untuk bangsa dan negara termasuk sistem khilafah. Ini adalah pikiran sesat yang seakan ‘nampak’ benar padahal manipulatif.

Sebuah narasi yang kontradiktif dengan substansi gagasan berbangsa dan benegara yang bertujuan mencapai kesejahteraan bersama. Narasi ini merupakan bentuk pengkhinatan ganda. Pertama adalah pengkhianatan terhadap jerih payah para pemimpin bangsa yang  telah merumuskan NKRI sebagai bentuk final sistem negara.

Tempat hidup bersama seluruh komponen bangsa baik muslim maupun non muslim. Dan gagasan sistem khilafah sudah pasti potensial menghancurkan eksistensi NKRI. Setiap sikap yang tak sejalan dengan spirit persatuan dan NKRI potensial menghancurkan.


Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.