Harun Masiku, Saran Megawati dan Ancaman Jerat Pidana UU Tipikor

  • Whatsapp
Harun Masiku. Foto: Net

INDOPOLITIKA.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi masih menelusuri jejak keberadaan tersangka kasus dugaan suap terkait penetapan anggota DPR-RI terpilih tahun 2019-2024, Harun Masiku. KPK juga sudah menetapkan politikus PDI-Perjuangan itu dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan meminta bantuan polisi untuk memburu eks Politisi Demokrat itu.

Kasus yang menjerat Harun Masiku cukup menarik dibahas. Selain keberadaanya yang misterius, ada dugaan Harun ‘dilindungi’ pihak-pihak tertentu. Meski tuduhan ini masih perlu pembuktian panjang. Pun cerita dia pindah dari Demokrat ke PDI-P maupun sangkalan dari pihak tertentu jika kasus Harun adalah ‘pemerasan’.

Berita Lainnya

Terkait Harun ‘dilindungi’ ini, istrinya Hilda menepis dirinya membantu Harun menyembunyikan diri. “Saya juga baca di internet katanya polisi kapolsek di depan itu sudah diwawancarai, tapi katanya dia cuma memantau karena belum ada perintah. Kalau memantau ya pantau saja karena memang kita tidak sembunyikan,” kata Hilda mengutip detik.com, saat ditemui di kediamannya di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (21/1/2020).

Sementara KPK mengingatkan adanya ancaman pidana bagi pihak-pihak yang menyembunyikan Harun, seperti tertuang dalam Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal ini sebelumnya pernah diterapkan terhadap Fredich Yunadi, eks pengacara terpidana kasus korupsi KTP-el Setya Novanto. Fredrich saat itu ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena diduga menghalang-halangi penyidikan kasus korupsi e-KTP. Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta menjatuhkan vonis 7 tahun penjara ditambah denda Rp 500 juta subsidair lima bulan kurungan kepada Fredrich. Hakim memutuskan Fredrich terbukti merintangi pemeriksaan Setya Novanto di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *