Harun Masiku, Saran Megawati dan Ancaman Jerat Pidana UU Tipikor

  • Whatsapp
Harun Masiku. Foto: Net

Namun, hukuman Fredrich diperberat ditingkat kasasi. Majelis hakim kasasi Mahkamah Agung (MA) memperberat vonisnya menjadi 7,5 tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta subsidair 8 bulan kurungan. “Vonis diperberat enam bulan penjara karena adanya kesengajaan dengan tujuan (menghalangi penyidikan KPK) atau opzet als oogmerk. Itu sesuai permintaan jaksa penuntut umum,” kata salah satu anggota majelis kasasi, Krisna Harahap, Jumat (22/3) dikutip Antara.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung KPK mengatakan, sangat mungkin KPK meneraplan pasal ini dalam kasus Harun. “Sangat memungkinkan (diterapkan Pasal 21) bagi siapa pun di dalam proses penyidikan dan penuntutan yang menghalangi kerja-kerja dari penyidikan maupun penuntutan,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung KPK, Senin (20/1/2020) malam mengutip liputan6.com.

Bacaan Lainnya

Pasal 21 UU Tidak Pidana Korusi (Tipikor) ini sendiri berbunyi, “Setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka dan terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 12 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 150 juta dan paling banyak Rp 600 juta.

 Pandangan Demokrat soal Pasal 21

Berbicara penerapan pasal 21 UU Tipikor ini, Politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon melalui twitternya mengatakan jika pasal ini bisa diterapkan untuk pihak-pihak yang diduga ‘menyembunyikan’ Harun.

“Telak benar video ini. Pihak yg menyatakan Harun tidak di Indonesia ketika OTT harusnya dikenakan Pasal 21 Tipikor yg dulu dipakai utk Fredrich Yunadi. Krn “secara langsung atau tdk langsung telah merintangi penyidikan thdp tersangka atau saksi dlm perkara korupsi”. Skandal ini!,” cuit Jansen sembari menampilkan potongan pemberitaan tempo lengkap dengan potongan video CCTV Bandara Soekarno Hatta dari berita tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *