Harun Masiku, Saran Megawati dan Ancaman Jerat Pidana UU Tipikor

  • Whatsapp
Harun Masiku. Foto: Net

Dan tidak lama berselang lama, Jansen kembali mengatakan, kasus yang menjerat Fredrich saja dipenjara 7,5 tahun. “Pihak yg menyatakan Harun ada di Luar Negeri yg skrg harus dikejar pertanggung jawabannya! Baik scr UU Tipikor Pasal 21 krn merintangi penyidikan, maupun dlm jabatan publiknya krn menyampaikan informasi bohong. Kalau Fredrich Yunadi aja di kasus “bakpao” kena 7,5 thn apalagi ini,” sindirnya.

Nyalon di Palembang atas Saran Megawati

Sebelum kasus ini mencuat, politikus PDIP ini ternyata sempat bercerita kepada Hilda, istrinya yang dinikahinya di Singapura tiga tahun lalu itu, niatnya maju kembali sebagai calon anggota legislative (DPR) meski semasa di Demokrat dia gagal melenggang ke Senayan. Sebagai istri, Hilda tentu saja setuju saja.

Namun ada yang terasa aneh ketika Harun membeberkan niatnya itu. Ya, Harun menurut Hilda seperti mengutip pemberitaan detik.com, akan mencalonkan diri melalui daerah pemilihan (dapil) Palembang.

Hilda heran. Sebab, Harun adalah orang Sulsel dan berasal dari Tana Toraja, wilayah Rantepao. Kepada Hilda, Harun mengatakan upaya jadi anggota Dewan dari dapil Palembang sebagai saran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Dia cuman ngomong Megawati yang sarankan. Kan saya juga bertanyakan Palembang bukan kampung dia. Tapi katanya Megawati yang mau. Ibu Megawati yang mau. Itu sebelum pemilu,” terangnya.

Sebelumnya, kata Hilda, Harun juga pernah membahas soal niat pencalonan dirinya di PDIP. Namun Hilda tidak mengetahui seberapa dekat Harun dengan para elite partai PDIP, termasuk dengan Megawati. Selama bersama Harun, Hilda mengaku tidak pernah suaminya menyinggung soal nama-nama elite PDIP. Dia mengatakan Harun tertutup soal pekerjaan. “Dia sempat ngomong dia sudah pindah ke PDIP, terus saya lupa ngomong itu kapan, sudah lama. Cuman bilang katanya pindah partai,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *