Harus Punya Skill Pecahkan Masalah, Mahasiswa Diharap Berperan Aktif dalam Pembangunan

  • Whatsapp

BANDUNG –   Di era Revolusi Industri 4.0, informasi berubah dengan sangat cepat, sehingga untuk dapat bersaing, kita harus memiliki kemampuan fleksibel dan tidak kaku dalam menghadapi setiap tantangan yang ada. Untuk itu, di era Revolusi Industri 4.0. ini, mahasiswa harus memiliki kompetensi yang kompleks, seperti problem solving, critical thinking dan innovative.

Baca Juga:

“Jika kita mampu beradaptasi, bukan hal yang tidak mungkin tantangan berubah menjadi peluang,” pesan itu disampaikan Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodawardhani saat memberikan Kuliah Umum Wawasan Kebangsaaan sekaligus memotivasi 3.500 Mahasiswa Baru Telkom University Tahun Ajaran 2018/2019.

Telkom University merupakan penggabungan dari empat institusi yang berada di bawah Yayasan Pendidikan Telekom yakni Institut Teknologi Telkom, Institut Manajemen Telkom, Politeknik Telkom dan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom (STISI Telkom).

whatsapp-image-2018-08-09-at-1-23-26-pmJaleswari yang sebelumnya juga dikenal sebagai pengamat militer dan pertahanan memaparkan, Indonesia memiliki potensi besar untuk mampu bersaing bahkan menguasai perekonomian dunia pada era revolusi Industri 4.0, karena memiliki sumber daya yang kaya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia.

“Indonesia juga didukung oleh adanya infrastruktur transportasi kian maju, sehingga mampu menghubungkan antara pulau paling ujung ke ujung yang lain,” ungkapnya. Diuraikan Jaleswari, jika dulu berdagang ke Papua menjadi sulit, sekarang tidak lagi karena adanya pembangunan bandara dan pelabuhan di seluruh pelosok Indonesia pada zaman pemerintahan Presiden Joko Widodo.

 

“Gencarnya pembangunan infrastruktur terbukti menurunkan harga bahan pokok, bahan bangunan dan juga bahan bakar minyak di tanah Papua,” ungkap Jaleswari. Data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menunjukkan adanya penurunan harga gula pasir di Wamena 14 persen dan harga semen hingga 40 persen.

Deputi V Kepala Staf Kepresidenan juga berpesan, agar mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dapat berperan aktif dalam menyukseskan pembangunan bangsa karena pada 30 tahun mendatang, kepada generasi muda atau millenial inilah tongak kepemimpinan Indonesia diberikan.

“Kantor Staf Presiden aktif menggelar diskusi dengan milenials. Lewat program KSP Mendengar, masukan anak muda untuk pembangunan bangsa kami terima dan salurkan kepada Presiden,” jelasnya.

whatsapp-image-2018-08-09-at-1-23-20-pm

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *