INDOPOLITIKA – Polisi Spanyol yakin Diogo Jota kemungkinan mengemudi dengan kecepatan berlebihan, yang menyebabkan sang striker dan saudaranya Andre Silva tewas dalam kecelakaan mobil minggu lalu.
Investigasi penyebab kecelakaan belum selesai. Namun, Garda Sipil Spanyol (Guardia Civil) awalnya menyatakan bahwa kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan 120 km/jam (75 mph) di atas batas kecepatan ketika bannya pecah.
Melansir VNExpress, para penyelidik sampai pada kesimpulan ini setelah mempelajari bekas ban. Guardia Civil juga mengatakan bahwa bintang Liverpool, Diogo Jota kemungkinan besar adalah pengemudi yang menyebabkan kecelakaan tersebut.
Laporan tersebut akan diteruskan ke pengadilan Puebla de Sanabria, Zamora, setelah penyelidikan selesai.
Diogo Jota dan adiknya, Andre Silva, terlibat dalam kecelakaan saat mengendarai Lamborghini Huracan di jalan tol A52 pada pagi hari tanggal 3 Juli, sekitar 110 km di sebelah barat Valladolid, Spanyol.
Saat mencoba menyalip kendaraan lain, mobil Jota dikabarkan mengalami pecah ban, menyebabkannya kehilangan kendali, terbalik beberapa kali, dan kemudian terbakar.
Menurut CNN Portugal, Diogo Jota baru saja menjalani operasi paru-paru. Dokter menyarankannya untuk tidak bepergian dengan pesawat, karena perbedaan tekanan udara dapat menyebabkan komplikasi.
Oleh karena itu, striker Liverpool tersebut harus melakukan perjalanan darat dan air. Mobil super tersebut juga diperkirakan akan menyusulnya dengan kapal ke Inggris.
Jota bergabung dengan Liverpool dari Wolves pada tahun 2020, mencatatkan total 182 penampilan, mencetak 65 gol dan 26 assist. Ia membantu Liverpool memenangkan Liga Primer musim lalu, Piala FA, dan dua Piala Liga.
Jota pertama kali dipanggil ke tim nasional Portugal pada Maret 2019, bermain dalam 49 pertandingan dan mencetak 14 gol, serta memenangkan Nations League pada tahun 2019 dan 2025.
Keluarga menggelar upacara pemakaman untuk Jota dan Silva di Gereja Katolik Igreja Matriz de Gondomar pada pagi hari tanggal 5 Juli.
Kota ini juga menjadi tempat pernikahan penyerang Liverpool tersebut bulan lalu. Jenazah kedua bersaudara Jota dimakamkan di pemakaman setempat setelah upacara resmi.
Banyak rekan setim Jota di tim nasional Portugal, serta klub-klub yang pernah ia bela seperti Liverpool, Porto, Wolves, pelatih, manajer sepak bola, politisi, penggemar, dan masyarakat umum yang mengunjungi dan mengantar sang striker ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Di Stadion Anfield, Liverpool menyediakan area bagi para penggemar dan pemain yang tidak dapat pergi ke Portugal untuk meletakkan bunga dan menyalakan lilin untuk mengenang Jota.
Liverpool menunda rencana pramusim mereka menyusul kematian Jota dan skuad diharapkan kembali berlatih mulai 10 Juli. Juara Liga Primer itu seharusnya memainkan pertandingan persahabatan pertama mereka melawan Preston pada 13 Juli, tetapi masih belum jelas apakah pertandingan akan tetap berlangsung sesuai jadwal. (Red)












Tinggalkan Balasan