INDOPOLITIKA – Juara Liga Inggris, Liverpool sukses membawa pulang tiga poin dalam lawatannya ke kandang Inter Milan, San Siro dalam lanjutan penyisihan babak grup Liga Champions, Rabu (10/11/2025) dinihari.

Gol penalti Dominik Szoboszlai menjelang babak kedua berakhir membawa Liverpool mengalahkan Inter Milan 1-0.

Penalty bermula pada menit ke-84 ketika Florian Wirtz terjatuh di kotak penalti Inter Milan, dan wasit Felix Zwayer disarankan oleh VAR untuk meninjau rekaman di pinggir lapangan.

Wasit asal Jerman tersebut memutuskan bahwa Alessandro Bastoni telah menarik kaus Wirtz dari belakang, mengeluarkan kartu kuning, dan menghadiahkan penalti kepada Liverpool.

Keputusan itu kontroversial karena Bastoni menyundul bola menjauh dari Wirtz dan aksi tarik-tarikan bajunya terlalu kuat. Gelandang Jerman itu juga dikelilingi oleh lima pemain Inter Milan dan tidak memiliki keunggulan dalam mengontrol bola.

Akibatnya, para pemain tuan rumah bereaksi keras dan para suporter di tribun mencemooh sebagai bentuk protes.

Meskipun mendapat tekanan, Dominik Szoboszlai tetap menendang penalti dengan keras ke sudut kiri gawang, sementara kiper Yann Sommer menebak arah yang tepat tetapi masih gagal menepis bola.

Gelandang Hungaria ini mencetak gol keduanya di Liga Champions musim ini, dan gol keduanya di semua kompetisi. Szoboszlai juga mengakhiri rekor tak terkalahkan Inter dalam 18 pertandingan kandang di Liga Champions.

Liverpool mungkin merasa keputusan penalti itu adil, karena gol mereka dianulir oleh VAR di babak pertama. Pada menit ke-32, dari tendangan sudut di sisi kanan, Virgil van Dijk dan Hugo Ekitike melompat tinggi, mengirim bola ke arah gawang yang ditanduk Ibrahima Konate dari jarak dekat melewati Yann Sommer.

Inter langsung protes, mengklaim adanya pelanggaran handball dan bahwa wasit telah pergi ke pinggir lapangan untuk meninjau rekaman video.

Setelah beberapa menit berkonsultasi dengan VAR, wasit memutuskan bahwa sundulan Van Dijk telah mengenai tangan Ekitike , dan karenanya membatalkan gol tersebut, yang menyebabkan kontroversi besar.

Joao Pedro (berbaju tipis) membuka skor di Stadion New Balance di Bergamo, Italia, pada 9 Desember. Foto: BeIN

Chelsea vs Atalanta

Pada pertandingan lain, wakil Inggris yang juga berhadapan dengan tim Italia, Chelsea harus mengakui keunggulan Atalanta. Tim asuhan Enzo Maresca itu kalah 2-1.

Tim asuhan Enzo Maresca tampak menguasai jalannya pertandingan ketika Joao Pedro membawa Chelsea unggul 1-0 di menit ke-25, memanfaatkan umpan silang Reece James.

Atalanta kemudian kehilangan tempo permainan, tetapi mereka kembali tenang setelah Gianluca Scamacca menyamakan kedudukan di awal babak kedua.

Chelsea terpuruk ketika Charles De Ketelaere mencetak gol dari jarak dekat di menit ke-83, menutup pekan tandang yang penuh gejolak dengan dua kekalahan dan satu hasil imbang.

Kekalahan 1-2 tersebut membuat Chelsea turun ke posisi ke-11. Mereka berisiko harus memainkan play-off pada bulan Februari untuk memperebutkan tiket ke babak 16 besar, mengingat Maresca dan timnya masih kurang berani dalam laga tandang yang menegangkan di arena Liga Champions. (Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com