Hasil Penelitian LPMQ: Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an Mahasiswa UIN Bermasalah

  • Whatsapp
Pemaparan hasil penelitian Lembaga Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) tentang kemampuan Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) mahasiswa UIN yang disampaikan di Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ceger, Jakarta, Rabu (6/11). (Foto: NU Online/ Syakir NF)

INDOPOLITIKA.COM – Kemampaun Baca Tulis Al’Quran (BTQ) mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) di sejumlah kampus yang ada ternyata cukup bermasalah. Secara nasional, hasil penelitian yang dilakukan pada 700 responden dari 14 UIN tersebut menunjukkan kemampuan BTQ mahasiswa UIN berada di skala 3,19 untuk membaca dan 3,20 untuk menulis dari nilai maksimal 5.

Demikian hasil penelitian Lembaga Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) tentang kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) ini. “Nilai 3,19 menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan mahasiswa UIN di 14 kampus ada pada level mengenal huruf Hijaiyah, izhar, ghunnah, qalqalah, mad thabi’i, mad aridh lissukun, mad iwad, mad wajib muttashil, dan mad jaiz munfashil,” kata Muhtadirin, salah satu peneliti melansir laman nu.go.id.

Baca Juga:

Sementara itu, nilai 3,20 untuk kemampuan menulis Al-Qur’an, para mahasiswa ini baru sampai pada kemampuan menyambung huruf Hijaiyah yang telah tersedia. “Sementara untuk menulis huruf Hijaiyah sambung tanpa ada huruf satuan terlebih dahulu, rata-rata belum mampu apalagi untuk menulis ayat Al-Qur’an,” ujar dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Bukan tanpa sebab, hal itu karena mahasiswa yang masuk memiliki latar belakang yang beragam, yakni 43 persen dari SMA/SMK nonpesantren, 25 persen MA nonpesantren, 22 persen MA pesantren, 9 persen SMA/SMK pesantren, dan 1 persen pesantren muadalah. Ia juga mengungkapkan bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi kemampuan BTQ, yakni faktor luar, meliputi lingkungan dan instrumental, dan faktor dalam mencakup fisiologis umum dan psikologis.

Di samping itu, faktor lain yang juga memengaruhi persentase itu adalah jalur masuk mereka. Ada 34,4 persen dari jalur mandiri, 20,5 persen dari UMPTKIN, 17,4 persen dari SPAN PTKIN, 16,1 persen dari SNMPTN, dan 11,6 persen dari SBMPTN.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *