Heboh Orang Papua Mau “Dihabiskan” Dengan Semangka HIV/AIDS, Cek Faktanya

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pesan berantai yang beredar di media sosial terkait orang asli Papua mau dihabiskan, dengan buah yang disuntik darah HIV/AIDS belakangan ini cukup meresahkan. Salah satu pesan itu diduga disampaikan di laman facebook dengan akun Ugadagito Kuyai Mana lengkap dengan beberapa potongan gambar semangka yang terlihat sedang disuntikan cairan merah.

“Demi keselamatan Umat, tolong sebar luaskan. Jika Anda melihat buah-buahan yang di dalamnya mengandung warna merah di dalamnya tidak usah dimakan karena sekelompok orang menyuntik buah dengan darah yang mengandung HIV dan AIDS dengan tujuan membunuh jutaan orang di seluruh bangsa Papua.
By: Kuyai Mana Ugadagito,” tulis dia.

Bacaan Lainnya

Benarkah virus HIV/AIDS bisa menyebar melalui perantara makanan? Menukil data di laman Centers for Disease Control and Prevention dari U.S. Department of Health & Human Services, disebutkan soal anak-anak mengonsumsi makanan yang telah dikunyah oleh pengasuh yang terinfeksi HIV. Namun kasus-kasus semacam ini langka terjadi. Sampai dengan saat ini, HIV diketahui belum menyebar melalui makanan.

Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan laman turnbackhoax.id, dan dikutip indopolitika.com, terhadap gambar yang diunggah oleh akun itu, ditemukan fakta bahwa klaim “Buah semangka Disuntik Darah HIV/AIDS Tujuan Menghabiskan orang asli Papua” sama sekali tidak benar.

Informasi yang diedarkan akun itu di laman facebooknya adalah potongan video program acara “Buser Investigasi” milik stasiun televisi swasta nasional SCTV yang tayang pada Jum’at, 15 November 2019 Pukul 06:00 WIB. Judul tayangan tersebut adalah “Buser Investigasi : Suntik Semangka Sakit”. Namun dalam tayangan tersebut, sama sekali tidak ada pernyataan bahwa buah semangka itu disuntik dengan darah HIV/AIDS.

Cairan yang disuntikkan ke dalam buah semangka itu adalah cairan wantex, atau perwarna pakaian. Sementara untuk isu buah yang disuntik dengan darah HIV/AIDS sendiri sudah sering dibantah karena klaim tersebut tidak memiliki kredibilitas ilmiah apapun. Karena virus pun tercatat tidak dapat bertahan lama di luar tubuh. Baik paparan asam udara dan asam mematikan virus.

Hasil yang dapat disimpulkan soal kabar berantai soal orang Papua mau “Dihabiskan” dengan Buah yang Disuntik Darah HIV/AIDS adalah menyesatkan [SALAH]. Sumber yang dipakai oleh penggugah bermodelkan laman palsu.[asa]

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *