Helmy Yahya Dinonaktifkan, Anggota BPK Achsanul: Ada Yang “Aneh” Dengan TVRI Ini

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pemberhentian sementara Direktur Utama TVRI Helmy Yahya dari posisinya saat mengundang tanya dan spekulasi. Dinilai “ganjal” dengan hal tersebut, dukungan kepada Helmy pun berdatangan. Tak terkecuali dari anggota BPK RI Achsanul Qosasi.

Melalui laman instagramnya@AchasanulQosasi, dia mengatakan, perseteruan Direksi dan Dewan Pengawas adalah biang utama permasalahan. Sekneg harus memperbaiki PP dan semua pihak harus saling menghargai peran masing-masing.

Bacaan Lainnya

“Ada yang aneh dengan TVRI ini. Pemeriksaan yang dilakukan BPK-RI nanti akan membuktikan, apakah kinerja TVRI selama ini baik,” tulisnya seperti dikutip indopolitika.com, Sabtu, (7/12/2019).

Dukungan sama disampaikan sejumlah netizen. Bahkan melalui akun twitternya, presenter kondang ini menyempatkan diri meretweet kicauan netizen.

Helmy Yahya mengunggah ulang kicaun-kicauan warganet yang mendukungnya. Ia me-retweet sekitar 80 kicauan netizen melalui akun Twitter pribadinya @helmyyahya pada Kamis (5/12/2019). Ia pun mengunggah ulang kicaun warganet yang cukup menggelitik. Misalnya kicauan @byeubee, “disuruh mundur demi kepentingan orang lama”.

“TVRI yang bener aja lo, itu Pak Helmy bikin TVRI jadi menarik buat ditonton, perubahan hebat dari logo, Liga Inggris, Discovery Channel. Mungkin kah ada bagi-bagi kursi yang belum dapat jatah?” tulis @MuftiMaulana8.

“Gimana mau maju Bambang. Kesel liat orang-orang bagus malah disingkirin sama orang-orang licik,” tulis @naufalaby.

Ada yang menganggap kenyamanya terusik dengan kehadiran Helmy. “Kekuatan klasik yang kenyamanannya terusik,” kata akun @dehap3.

“Kenapa si 🙁 pdhl TVRI lagi bagus bagusnyaaa,” tanya akun@luluk399

Diketahui, Dewan Pengawas TVRI mendadak mengirim surat pencopotan Direktur Utama TVRI, Helmy Yahya. Surat bernomor 3 Tahun 2019 itu tidak menjelaskan masalah yang terjadi sehingga Helmy Yahya sebagai Direktur Utama diberhentikan.

“Menonaktifkan sementara Sdr.Helmy Yahya, MPA, Ak, CPMA, Ca sebagai direktur utama Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia,” bunyi surat yang ditandatangani Ketua dewan pengawas lembaga penyiaran publik televisi republik indonesia, Arief Hidayat Thamrin.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *