Hendropriyono Disebut-sebut di Dokumen TPF Munir

  • Whatsapp
Hendropriyono

INDOPOLITIKA – Dokumen Tim Pencari Fakta atau TPF Munir yang disebut hilang oleh pihak Istana, ternyata ada. Para aktivis membaca dokumen itu pada peringatan 15 Tahun Munir di Jakarta, Sabtu 7 September 2019.

Aksi pembacaan dokumen hasil TPF Munir ini melibatkan 16 orang pegiat HAM dan anak muda yang peduli terhadap kasus Munir. Mereka membacakan dokumen itu secara bergantian.
Adapun dokumen TPF Munir tersebut terdiri dari lima bab yang menjelaskan secara urut dan runut hasil investigasi tim atas kematian Munir.

Baca Juga:

Munir Said Thalib tewas dalam penerbangan ke Amsterdam pada 7 September 2004. Ia tewas dua jam sebelum pesawat mendarat di Bandara Schipol, Amsterdam pukul 08.10 waktu setempat. Hasil otopsi kepolisian Belanda dan Indonesia menemukan Munir tewas karena racun arsenik.

Setelah penyelidikan, kepolisian menetapkan pilot Garuda Indonesia Pollycarpus Budihari Priyanto menjadi tersangka pembunuhan pada 18 Maret 2005. Majelis hakim Pengadilan Negeri Pusat memutus ia bersalah dan menghukumnya 14 tahun penjara pada 12 Desember 2005.

Setelah mendapat banyak remisi, Pollycarpus akhirnya bebas. Adapun dalang pembunuhan Munir hingga saat ini tak terungkap.

Dalam dokumen TPF disebut beberapa nama seperti Muchdi Pr dan Mantan Kepala BIN Hendropriyono. Ada pula nama Bambang Irawan.

TPF dalam rekomendasi meminta kepolisian menindaklanjuti pemeriksaan kepada orang-orang tersebut. Muchdi Pr sempat menjalani sidang, namun akhirnya bebas.

Dokumen TPF ini memang masih menjadi polemik lantaran pemerintah menyatakan tidak menguasai dokumen tersebut. Padahal, mantan anggota TPF sekaligus mantan Menteri Sekretaris Kabinet di era Pemerintahan SBY, Sudi Silalahi, juga telah menyerahkan salinan dokumen tersebut.

“Dokumen itu sudah diserahkan secara resmi oleh TPF. Jadi sebenarnya tidak perlu juga masyarakat sipil yang menyerahkan dokumen tersebut,” Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Yati Andriyani.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *