Herman Deru Duga Kebakaran Hutan Ulah Mafia Tanah

  • Whatsapp
Gubernur Sumsel Herman Deru

INDOPOLITIKA- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menduga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Sumsel, terjadi akibat ulah mafia tanah.

Herman mengatakan, lahan yang terbakar merupakan kawasan hutan yang tidak dimanfaatkan baik oleh perusahaan maupun negara. Beberapa tahun lalu, tanah yang tidak produktif tersebut mulai dimanfaatkan oleh PT Sinarmas untuk dijadikan konsesi namun tidak seluruh lahan digunakan perusahaan itu.

Baca Juga:

Herman juga mengungkapkan, sisa lahan yang masih terbengkalai, mulai dijual-belikan oleh oknum-oknum mafia tanah secara ilegal. Namun pada 2016, beberapa mafia tanah ditangkap aparat penegak hukum dan kini sedang menjalani masa tahanan.

“Kawasan hutan tidak produktif tersebut diperjualbelikan oleh oknum. Lalu Kementerian Kehutanan menunjuk perusahaan PT HBL (Hutan Buana Lestari) untuk dikelola lahannya. Perusahaan ini bermitra dengan masyarakat agar bias mengontrol sambil mengembalikan kawasan hutan. Apakah ada mafia-mafia tanah itu yang tidak puas atas itu? Kita belum tahu, baru dugaan,” ujar Herman, Selasa (20/8)

Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Ansori berujar kebakaran meluas di lokasi kebakaran di Desa Muara Medak karena angin bertiup cukup kencang.

Ansori pun meyakini lahan yang terbakar akan melebihi luas 600 hektare seperti yang dilaporkan pada Senin (19/8). Sekat yang digali oleh tim darat Satgas Karhutla pun kurang efektif karena api masih menyebar ke sisi lain sekitar sekat tersebut.

Pihaknya, kata Ansori, telah membuat sekat dengan lebar 12 meter dan kedalaman 1 hingga 2 metter.”Cuma Apinya melompat atau bisa juga lewat bawah karena sekat yang digali belum ketemu tanah masih gambut jadi masih bisa menyebar. Sudah dua lapis bikin sekat api masih menyebar karena bahan baku yang bisa terbakar masih banyak,” ungkap Ansori.

Seperti diberitakan, dari 600 hektare lahan yang terbakar tersebut, 200 hektare diantaranya merupakan lahan konsesi perkebunan sawit milik PT Hutan Buana Lestari. Hingga saat ini, tim darat dan udara masih melakukan upaya pemadaman di lokasi.

“Hari ini 3 helikopter dikerahkan untuk waterbombing. Luasan lahan masih terus bertambah karena api masih belum padam,” tukas Ansori. (DMS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *