Hidayat Nur Wahid Tak Ingin Kejadian di Kenya Melanda Indonesia

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pemerintah Kenya terancam kehilangan pelabuhan Mombasa apabila negara itu gagal membayar pinjaman kepada China. Seperti diketahui, pada November lalu, African Stand melaporkan, Kenya berpotensi kehilangan aset-aset strategisnya jika tak mampu melunasi utang kepada China. Kenya menggunakan pinjaman tersebut untuk pengembangan Standard Gauge Railway (SGR).

Tidak ingin kejadian tersebut melanda Indonesia, Hidayat Nur Wahid berharap Kejadian pahit yang menimpa Kenya, dan kasus serupa sebelumnya yang melanda SriLanka, diharapkan bisa dijadikan pelajaran penting oleh elit bangsa Indonesia dalam hal hutang piutang ke negara lain.

Muat Lebih

“Tak bisa bayar hutang ke China, penyitaan asset negara didepan mata. Penting itu tak terjadi di Indonesia. Sebab bila terjadi, maka itu adalah pengkhianatan kepada Pahlawan Bangsa. Mumpung lagi peringati Hari Pahlawan kita,” cuit Wakil Ketua MPR itu, di laman akun twitternya, dikutip indopolitika.com, Senin, (11/11/2019).

Untuk kasus yang terjadi di Kenya, Tak hanya Mombasa, pelabuhan Kenya lainnya yang juga dipertaruhkan ialah Inland Container Depot di Nairobi. “Imbas pengambilalihan pelabuhan itu, nantinya juga bisa berdampak pada nasib ribuan pekerja pelabuhan yang terpaksa harus bekerja di bawah pemberi pinjaman China,” tulis African Stand dilansir kumparan, dan dikutip indopolitika.com.

Selanjutnya, pendapatan dari pelabuhan akan langsung dikirim ke China, sebagai pengganti sekitar sh 500 miliar atas pinjaman untuk pembangunan dua bagian SGR. Kendati demikian, audit yang yang diselesaikan bulan lalu menunjukkan aset Otoritas Pelabuhan Kenya (KPA) yang mencakup pelabuhan Mombasa, dapat diambil alih jika SGR tidak menghasilkan cukup uang tunai untuk melunasi utang.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *