Hindari Marabahaya di Laut, Nelayan Lebak Setop Melaut Sejak Awal Bulan Karena Cuaca Buruk!

Nelayan di Lebak memilih setop melaut karena cuaca buruk.

INDOPOLITIKA.COM – Para nelayan di Kabupaten Lebak, Banten, untuk sementara memilih setop melaut. Pasalnya, cuaca buruk saat ini tidak menentu. 

Demi menghindari hal-hal tidak diinginkan terkait keselamatan jiwa, para nelayan ini sejak 5 Februari lalu sudah berhenti melaut.  

Hal ini disampaikan Ketua Nelayan Bayah Agus Basri. Ia mengatakan, bahwa nelayan sudah tidak melaut sejak 5 Februari, dan penyebabnya karena cuaca di perairan saat ini sedang tidak menentu. 

“Sudah setop melaut sejak kemarin-kemarin karena cuacanya juga hujan disertai angin,” kata Agus seperti dilansir dari satelitNews, Senin (12/2/2024). 

Di tengah kondisi saat ini, menurut Agus, banyak perahu nelayan yang bersandar. Hal itu dilakukan agar mereka terhindar dari marabahaya saat melaut. 

“Jadi kita berhenti dulu, kalau dipaksakan bahaya juga kalau tetap memilih melaut ditengah kondisi seperti ini,” imbuhnya. 

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak meminta nelayan agar tidak memaksakan diri untuk melaut. 

Hal itu sebagai langkah menghindari hal yang tidak diinginkan di puncak cuaca ekstrem di bulan Februari ini. 

“Potensi cuaca ekstrem terjadi dari bulan Februari berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Potensi ombak tinggi akibat angin kencang bisa terjadi, oleh karenanya nelayan harus berhati-hati atau jangan memaksakan diri untuk melaut,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, Minggu (11/2/2024). 

Potensi angin kencang dan gelombang tinggi bisa mengganggu aktivitas melaut. Febby terus melakukan koordinasi dengan relawan maupun pemerintah kecamatan untuk memberikan imbauan kepada nelayan maupun warga yang berada di pesisir pantai.  

“Sudah kita sampaikan kepada teman-teman relawan bahwa akhir Januari dan awal Februari adalah puncak musim hujan,” ujar Febby. 

“Sejauh ini beradarkan informasi relawan aktivitas nelayan berkurang (tidak melaut). Kita harapkan mereka bisa mematuhi imbauan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tandasnya. 

Sementara untuk mayoritas nelayan paling banyak berada di Desa Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam dan bayah. Sehingga wilayahnya rentan terjadi kecelakaan laut. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *