Internasional

Hoaks Sangat Kuat Mencuci Otak Manusia

Profesor Sekolah Jurnalisme Universitas Amerika Maggie Farley membahas cara atasi hoaks. (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id).

Jakarta: Menjelang pemilihan umum 2019, berita-berita hoaks terus bertebaran di media sosial. Masyarakat kemudian termakan berita palsu tersebut dan malah membagikannya ke masyarakat lain lewat grup di Whatsapp dan sebagainya.
 
Berita hoaks bisa dilawan dan dicegah penyebarannya, namun semua bermula dari masyarakat sendiri. Profesor dari Sekolah Jurnalisme Universitas Amerika Maggie Farley mengatakan cara melawan hoaks adalah dari diri sendiri.
 
"Gunakan otakmu sebelum Anda menggunakan jari untuk menyebarkan hoaks," kata Maggie, di @america, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.
 
Dia mengatakan hoaks sangat kuat untuk 'mencuci otak' seseorang. Maggie menegaskan seseorang harus bisa menjaga dirinya dari hoaks.
 
Mantan jurnalis Los Angeles Times itu menuturkan bahwa masyarakat harus rajin mengecek berita yang diterimanya benar atau tidak. Salah satu yang paling gampang melalui media kredibel.
 
Sementara itu, pengamat media, Ignatius Hariyanto, mengatakan rajin membaca membuat seseorang bisa terhindar dari hoaks. Namun, bacaan dianjurkan yang mendidik.
 
"Jika sudah demikian, maka para pembaca bisa memilah mana berita yang benar dan yang tidak. Dengan membaca, tentunya bisa membuka wawasan dan pemikiran seseorang," tukasnya.
 
Sedangkan Aribowo Sasmito, salah seorang pendiri Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) mengatakan berita hoaks bisa dicek lewat berbagai situs cek hoaks, seperti unesco.org/fightfakenews atau google. Menurut dia, teknologi juga sudah canggih, meski demikian masyarakat sendiri juga harus memiliki kesadaran untuk mengecek kebenaran berita yang mereka baca.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close