Hore…Warga Muncul Kota Tangsel Girang Kostel “Mesum” Disegel

  • Whatsapp
Petugas Satpol PP Kota Tangsel, menyegel Oyo Kostel yang berlokasi Jalan Pondok Aries, Kelurahan Muncul, Muncul.

INDOPOLITIKA.com Diduga jadi tempat “esek”, Oyo Kostel yang berlokasi Jalan Pondok Aries, Kelurahan Muncul, Muncul, Tangsel, Rabu (11/10) digrebek aparat gabungan Satpol PP Tangsel. Dua pasangan muda-mudi yang bukan suami istri diamankan petugas. Sementara satu pasangan sah hanya dimintai keterangan. Konstel itupun sementara disegel.

Kasatpol PP Kota Tangerang Selatan Mursinah mengatakan, warga sekitar banyak yang protes terkait keberadaan kostel ini. Dikatakan Mursinah, Kostel ini dalam perkembanganya beralih fungsi dari perijinan awal diperuntukan untuk kontrakan. “Awalnya kan kontrakan izin ya, tapi sekarang berubah jadi kostel. Ini namanya alih fungsi, jelas melanggar,” kata Mursinah ditemui selepas operasi.

Baca Juga:

Kata mantan Camat Serpong ini, kostel itu sejatinya baru dua bulan beroperasi. “Tapi selama itu, kata warga, banyak hilir mudik pasangan muda-mudi. Inilah yang tidak diterima warga,” jelasnya. “Oyo Kostel dianggap melanggar Pasal 13F Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2015 tentang Bangunan Gedung, dan akhirnya disegel. Kita segel,” tuntasnya.

Tiga pasangan yang ditemukan “ngamar” di Oyo Kostel, dibawa ke kantor Satpol PP Tangsel

Sementara Lurah Muncul, Naun gunawan mengatakan, warga selama ini memang cukup resah dengan keberadaan Kostel ini. Apalagi, ijin awalnya hanya buat kontrakan. Tapi ke sininya malah diubah jadi Kostel. “Awalnya memang kontrakan. Tapi malah berubah. Ini yang diprotes warga,” sebutnya.

Salah seorang warga, Suriyanti (52) menambahkan, selama dua bulan beroperasi, Kostel itu kerap didatangi banyak pasangan muda-mudi yang menurut mereka bukan pasangan sah. “Alhamdulillah kita bersyukur mas digrebeg. Kalau perlu ditutup sekalian. Bukan apa-apa mas, kita takut kena azab dari keberadaan tempat ini. Seram ih,” kata warga.

Sebelum digrebeg, kata dia, pengurus RT dan RW sempat meminta tandatangan persetujuan warga, soal akan dilaporkanya Kostel itu. “Kalau datang, biasanya satu-satu. Biasanya pria nya dulu atau ceweknya dulu. Ga berbarengan masuknya. Kita takut kena azab. Kita berharap ditutup aja,” imbuhnya.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *