Hotel, Kasino Hingga Kapal Pesiar ‘Tumbang’ Gegara Turis China

  • Whatsapp
Sejumlah turis China tetap melakukan aktivitasnya di Kota Tokyo, dengan tetap mengenakan masker.(Mainichi/Kyodo).

INDOPOLITIKA.COM – Merebaknya wabah Virus Corona China mulai terasa dampaknya. Ekonomi global sepertinya mulai “tumbang”. Alasanya, dengan tidak memungkinkannya jutaan warga atau pun turis China bepergian keluar negeri, pemasukan dari sektor jasa di beberapa negara ikut anjlok.

Melansir AFP, sektor ini sangat mengandalkan pemasukan dari wisatawan, terutama wisatawan Tiongkok yang dikenal doyan belanja. Hotel, maskapai penerbangan, kasino, dan operator kapal pesiar adalah di antara industri yang mengalami dampak paling cepat, terutama dengan wabah yang terjadi selama Tahun Baru Imlek, salah satu musim perjalanan terbesar di Asia.

Baca juga:

Virus yang muncul di China saat ini, menjadi pukulan telak bagi perekonomian dunia dibanding saat wabah SARS melanda hampir dua dekade lalu. Menurut Dana Moneter Internasional pada tahun 2003, Cina menyumbang 4,3% dari output ekonomi dunia. Tahun lalu, menyumbang 16,3%.

Pada tahun 2019, sekitar 134 juta orang China bepergian ke luar negeri, naik 4,5% dari tahun sebelumnya. Sebelum kemunculan virus ini, Lembaga Penelitian Pariwisata Tiongkok memperkirakan sekitar 7 juta orang Cina akan bepergian ke luar negeri untuk merayakan Tahun Baru Imlek tahun 2020 ini. Naik dari 6,3 juta dibanding pada tahun 2019.

Hong Hong, Thailand, Jepang, dan Vietnam adalah tujuan utama mereka. Di luar negara ini, turis Tiongkok adalah pembelanja yang cukup  royal menghabiskan uang mereka di kota-kota seperti London, Milan, Paris, dan New York.

Pejabat ekonom dan industri pariwisata China mengatakan, ancaman terbesar sejauh ini adalah tetangga terdekat China. Dan kemungkinan, AS dan Eropa akan menghadapi dampak besar jika wabah coronavirus belum bisa diatasi.

Di Thailand, tujuan favorit untuk perjalanan Tahun Baru Imlek, para pejabat setempat memperkirakan potensi pendapatan yang hilang sekitar 50 miliar baht ($ 1,6 miliar).

Sementara Hong Kong, sangat rentan karena ekonominya dan daya tariknya terhadap wisatawan telah melemah akibat aksi demonstrasi berbulan-bulan yang terkadang keras. Pada November, pariwisata inbound ke Hong Kong sudah turun 56% dari tahun sebelumnya.

Pengunjung dari Cina daratan ke ibukota perjudian otonom Cina di Macau turun 80% disbanding tahun sebelumnya, seperti dilaporkan pada Minggu (27/1/2020).

Menurut analis Instinet Harry Curtis, operator judi dan penginapan di Makau melaporkan pembatalan yang lebih tinggi dari yang diperkirakan selama akhir pecan kemarin, karena korban tewas dari coronavirus meningkat dan pemerintah China memperpanjang pembatasan perjalanan. “Pembatalan melonjak di semua properti yang kami hubungi,” kata Curtis dalam sebuah catatan.

“Pesimisme meningkat karena belum diketahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan bisnis ini,” katanya.

Saham Wynn Resorts, Las Vegas Sands dan MGM Resorts International – yang semuanya beroperasi di Makau – masing-masing turun 18,3%, 14,6%, dan 12,1% sejak 17 Januari. Tetapi analis mengatakan terlalu dini untuk mengatakan seberapa dalam keuangan mereka akan terpengaruh. Virus ini menambah ketidakpastian, sehingga kemungkinan pemerintah Macau dapat menutup semua kasino sementara waktu.

Jefferies, sebuah perusahaan riset ekuitas, meramalkan wabah virus akan mempengaruhi hasil kuartal pertama untuk perusahaan. “Tetapi seberapa besar? Dan apakah wabah ini akan terus berlanjut, masih menjadi pertanyaan,” tuturnya.[asa]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *