Internasional

Hubungan Eritrea dan Ethiopia Mendadak Mencair

Keluarga pengungsi asal Eritrea berada di kediaman mereka di Tel Aviv, Israel, 5 April 2018. (Foto: AFP/JACK GUEZ)

Tel Aviv: Ketegangan antara dua negara yang sudah lama berseteru, Eritrea dan Ethiopia, mulai mencair.  

Hal ini membuka peluang terhadap dibukanya kembali hubungan diplomatik, kerja sama ekonomi, pemulihan sambungan telepon serta transportasi kedua negara dan lainnya. 

Permusuhan Eritrea dan Ethiopia merupakan salah satu yang terburuk di benua Afrika.

Tetapi perdamaian terbaru ini menimbulkan pertanyaan bagi puluhan ribu diaspora Eritrea. Apakah kondisi Tanah Air mereka kini sudah membaik, dan apakah ada peluang kehidupan yang lebih baik di sana?

"Saya ingin pulang ke negara saya," kata Salamwit Willedo, warga Eritrea berusia 29 tahun yang tinggal di Israel. 

"Di mana-mana saya menjadi pengungsi. Tapi negara saya adalah tanah air saya. Saya merasa rumah saya di sana. Jadi saya berharap, saya berharap, (kedamaian) itu akan terjadi," tambahnya, seperti disitat dari kantor berita Associated Press, Sabtu 21 Juli 2018. 

Negara kecil Eritrea, dengan total populasi 5 juta jiwa, memperoleh kemerdekaan dari Ethiopia pada 1993 setelah bertahun-tahun melakukan pemberontakan. Negeri ini diperintah Presiden Isaias Afwerki sejak kemerdekaan, dan menjadi salah satu negara paling tertutup di dunia. 

Sistem wajib militer yang keras dan tanpa batas di Eritrea mengundang kritik dari sejumlah kelompok hak asasi manusia. Imbasnya, ribuan warga melarikan diri ke Eropa, Israel, dan beberapa negara Afrika lainnya.

Eritrea dan Ethiopia bertempur dalam perang di area perbatasan dari 1998 hingga 2000. Puluhan ribu korban tewas dan membuat banyak keluarga terpisah. 

Tetapi ketegangan itu memudar secara tiba-tiba bulan lalu, ketika Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed mengumumkan bahwa pihaknya secara penuh menerima kesepakatan damai yang ditandatangani pada 2000 — yang menyerahkan wilayah-wilayah sengketa ke Eritrea.

Permusuhan antara kedua bangsa pun lenyap secara dramatis sejak saat itu. 

Para pemimpin telah saling mengunjungi negara masing-masing untuk merayakan kegembiraan. Hubungan diplomatik dan hal lainnya telah dipulihkan. Maskapai penerbangan Ethiopia terkemuka kembali berangkat ke Eritrea pekan ini.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close