Internasional

Ibu John McCain Akan Hadiri Prosesi Penghormatan Sang Putra

John McCain wafat pada 25 Agustus 2018 lalu (Foto: AFP).

Washington: Sikap 'pemberontak' yang ada dalam diri John McCain tidak muncul begitu saja. Ibunya, Roberta McCain, memiliki sikap yang diturunkan pada anaknya tersebut.
 
Roberta mempunyai kebiasaan 'mengoleksi' tiket pelanggaran karena kecepatan yang melewati batas saat dia berada dibelakang kemudi. Atau saat dia membeli mobil Peugeot untuk perjalanan ke Eropa karena dia terlalu tua untuk menyewa mobil. Bahkan, anak laki-laki menjawab telepon ibunya saat sedang di perjalanan lintas negara sendirian di usia 90 tahun.
 
Kini diusianya yang sudah 106 tahun, istri dan ibu dari laksamana Angkatan Laut menjalani kehidupannya penuh dengan berpergian dan petualangan. Dia berkata bahwa putranya menjadikannya contoh sebagai "apa yang diharapkan hidupnya akan menjadi." Tetapi pada akhirnya, Roberta lah yang berduka atas kepergian putranya.
 
Stroke tidak menjadi penghalang untuk Roberta menghadiri upacara pemakaman anak tengahnya yang dia panggil "Johnny" di Washington dan Maryland akhir pekan ini. John McCain, seorang tawanan perang Vietnam, anggota kongres, senator, dan calon presiden dikabarkan meninggal di usia 81 tahun pada hari Sabtu karena kanker otak.
 
Mendiang McCain mengatakan dalam salah satu bukunya, "ibu saya dibesarkan untuk menjadi kuat dan teguh untuk menikmati hidup, dan selalu berusaha dalam memanfaatkan kesempatannya. Dia belajar untuk menerima segala hal dengan ramah dan dengan humor yang baik, tanggung jawab dan pengorbanan akan pilihannya telah membentuk dirinya. Saya berterima kasih kepadanya atas kekuatan yang dia ajarkan."
 
Ayah McCain juga memiliki kecenderungan untuk hidup berkecukupan, dikatakan bahwa sifat "cepat emosi, berpetualang, dan kecintaan akan seragam negara" telah tertanam dalam DNA keluarganya.
 
Roberta Wright merupakan mahasiswa di California yang berusia 21 tahun asal Muskogee, Oklahoma ketika dia nekat kawin lari pada Januari 1933 dengan pelaut muda bernama John S. McCain Jr yang kemudian menjadi laksamana laut. Pasangan itu dikaruniai tiga orang anak, Jean, John dan Joseph McCain.
 
Saat suaminya pergi untuk dinas, Roberta menghabiskan waktu bersama anak-anaknya di Hawaii, Terusan Panama, dimana sang senator John McCain lahir pada tahun 1936.
 
John McCain mengikuti jejak ayah dan kakeknya ke Akademi Angkatan Laut AS di Annapolis, Maryland, di mana dia akan disemayamkan pada hari Minggu. "Bagi saya, Angkatan Laut melambangkan segala sesuatu yang baik di Amerika," kata Roberta kepada C-SPAN pada tahun 2008.
 
John McCain adalah seorang pilot pesawat tempur dan bergabung dengan pertempuran di Vietnam. Dia sedang melakukan pengeboman ke-23 atas Vietnam Utara ketika pesawatnya ditembak dan dia ditawan pada Oktober 1967.
 
Saat itu Roberta dan John tengah bersiap-siap untuk menghadiri makan malam di kedutaan Iran di London ketika telepon berdering dan mendapat kabar bahwa dua pesawat ditembak jatuh dan tidak ada pilot yang terlempar. Setelah memberitahu suami mengenai hal tersebut, mereka tetap pada rencananya.
 
"Kami tetap menghadiri makan malam dan memutuskan untuk tidak mengatakan sepatah kata pun pada jamuan ini," katanya dalam sebuah wawancara di tahun 2008.
 
Roberta mengatakan bahwa kabar mengenai putranya yang masih hidup dan menjadi tawanan perang merupakan "berita terbaik yang pernah saya dapatkan dalam hidup saya."
 
Ketika pembebasan putranya dari Vietnam ditayangkan di televisi pada tahun 1973, Roberta melewatkannya karena telat menyalakan televisi. "Aku tidak tahu bahwa tayangan itu akan berada di antara iklan dan aku melewatinya," katanya.
 
Dia menambahkan bahwa dia merasa "malu" pada putranya karena mengucapkan "bahasa yang tidak layak" pada para penculik Vietnam yang menyiksanya.
 
"Saya tidak pernah percaya bahwa dia akan pernah menggunakan bahasa seperti itu, tetapi dia melakukannya," kata Roberta McCain dalam sebuah wawancara, yang dilakukan di rumahnya di Washington.
 
Menjelang usianya yang ke 90an, ia menjadi fixture pada kampanye John McCain pada tahun 2008 fsn berhubungan dengan audiens dengan menampilkan kelancangan dan kecerdasannya yang tampak ia warisi kepada John McCain.
 
Dalam buku terakhirnya yang diterbitkan tahun ini, mendiang McCain menuliskan bahwa, "gairah yang dimiliki ibunya di usia 106 tahun adalah kekuatan alam, meskipun stroke menghalangi langkahnya, dia masih memiliki percikan dalam dirinya, dan kecerahan dimatanya akan menerangi dunia jika dia terus melanjutkan kehidupannya." (Khalisha Firsada)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close