Internasional

Ibu Tiga Anak Ditahan selama 42 Hari Tanpa Persidangan

Ilustrasi oleh Medcom

Kuala Lumpur: Seorang ibu dari tiga anak mendekam di balik jeruji besi selama 42 hari karena kejahatan,-yang menurut keluarganya dan pihak pengacara,- tidak dia lakukan.
 
Rosemary Ginam diborgol di rumahnya di Kajang di depan anak-anaknya oleh polisi pada 17 Juli 2018.
 
Perempuan berusia 38 tahun itu ditangkap sehubungan dengan kasus kecurangan yang melibatkan sebuah perusahaan bernama Dulcet Tour and Travel. Perusahaan ini diduga menipu konsumen dengan mendorong mereka untuk membeli paket palsu dengan harga murah.
 
Pihak keluarga percaya bahwa Rosemary, yang bekerja di perusahaan itu dijadikan sebagai kambing hitam. Karena sang istri ditahan, suaminya, Hasan Jambai, 40, harus mengambil cuti dari pekerjaan untuk merawat ketiga anak mereka yang berusia 17, 14 dan sembilan tahun.
 
"Mereka menangis untuk ibu mereka setiap hari. Mereka bertanya kepada saya kapan ibu pulang dan saya tidak tahu harus memberi tahu mereka," kata Hasan, seperti dikutip The Star, Selasa 28 Agustus 2018.
 
Hasan mengajukan laporan kepada Komisi Hak Asasi Manusia Malaysia (Suhakam) pada Senin 27 Agustus, tentang penahanan istrinya. Dia didampingi oleh pengacara Rajesh Nagarajan dan Sachpreetraj Singh Sohanpal di markas Suhakam.
 
"Ini adalah kasus curang dan secara hukum, dia hanya bisa ditahan selama tujuh hari. Namun, polisi mengulang kembali perintah penahanannya dengan mengatur ulang setiap beberapa hari dan mengirimnya ke kantor polisi yang berbeda," kata Rajesh.
 
Sejauh ini Rosemary telah dibawa ke kantor polisi di Kuala Lumpur, Perak, Penang, Melaka, Terengganu dan Negri Sembilan. Perempuan tersebvut saat ini ditahan di Putrajaya di bawah perintah penahanan baru sampai 29 Agustus.
 
"Ada istilah untuk ini. Ini disebut roadshow dan ini jelas merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang mendasar oleh polisi untuk menahannya tanpa pengadilan," katanya.
 
Rajesh mendesak polisi untuk membebaskannya.
 
Pada bulan Juli, The Star melaporkan bahwa 30 orang mengajukan laporan polisi terpisah setelah secara kolektif kehilangan ribuan ringgit ke perusahaan biro perjalanan.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close