Ibukota Pindah, Para Eks Gubernur Minta DKI jadi Daerah Khusus

  • Whatsapp

Sutiyoso pun menilai, jika pemerintah memindahkan ibukota ke Kaltim, maka kehidupan warga Jakarta akan lebih nyaman. Karena selain lembaga-lembaga pemerintahan akan pindah, sehingga Jakarta tidak lagi menjadi padat, arus lalu lintas pun tak lagi terganggu oleh lewatnya iring-iringan pejabat pemerintahan dan tamu negara. 

“Tapi bagaimana status Jakarta setelah tak lagi berstatus ibukota, itu yang harus dipikirkan. Apakah akan tetap menjadi provinsi, kota, atau kota megapolitan dengan bergabung dengan Bogor dan Bekasi,” pungkas Sutiyoso.

Baca juga:

Di tempat yang sama, Gubernur Jakarta periode 2007-2012, Fauzi Bowo alias Foke mengingatkan Pemerintah Pusat agar memberikan win-win solution bagi Jakarta apabila ibukota negara resmi dipindahkan ke Kaltim. “Status Jakarta sebagai daerah khusus juga tetap dipertahankan,” kata Foke.

“Kepada cendekiawan yang menurut saya rada-rada telmi (telat mikir) karena sampai saat ini hampir tak terdengar suaranya untuk masalah pemindahan ibukota, kalian mau apa setelah ibukota dipindah? Pikirkan dengan serius!” sambungnya. 

Foke juga mengingatkan para cendekiawan agar jangan sampai ada kekosongan hukum setelah ibukota dipindah dari Jakarta. Karena setelah Jakarta tak lagi berstatus sebagai ibukota pindah, UU Nomor 2009 Tahun 2007 tentang Pemprov DKI Jakarta Sebagai Ibukota Negara tak berlaku lagi.  “Proses pemindahan ibukota akan tuntas pada 2045. Masih ada waktu untuk memikirkannya,” tegas Foke. 

Meski demikian, Foke menyarankan agar dapat dilakukan kajian secara komprehensif. “Sebaiknya dibentuk sebuah tim profesional yang khusus mengkaji soal tersebut,” tutupnya.[ab]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *