Internasional

Ide Indonesia untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan di APEC

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Desra Percaya pimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan pejabat senior negara anggota APEC di Port Moresby, Papua Nugini (Foto: Kemenlu RI).

Port Moresby: Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di kawasan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), menjadi fokus tersendiri bagi indonesia. Pembangunan daerah tertinggal merupakan salah satu kunci mencapai pertumbuhan ekonomi itu.
 
“APEC harus fokus pada pembangunan inklusif untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik”, pungkas Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Desra Percaya, yang memimpin delegasi Indonesia pada pertemuan tingkat Pejabat Tinggi Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) ke-3 di Port Moresby, Papua Nugini, 19-20 Agustus 2019.
 
Dihadapan 20 ekonomi anggota APEC lainnya, Indonesia menyampaikan bahwa salah satu upaya untuk pertumbuhan berkelanjutan adalah dengan membangun daerah tertinggal dan pengentasan kemiskinan. Penguasaan teknologi digital bisa menjadi senjata kuat untuk meraih tujuan ini.
 
“Indonesia terus berperan aktif dalam diplomasi ekonomi di forum APEC antara lain melalui inisiatif terkait peningkatan akses pasar untuk produk pertanian, kehutanan, dan perikanan serta meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tertinggal melalui teknologi digital. Inisiatif Indonesia tersebut telah berhasil disepakati dan mendapat pembiayaan dari APEC,” ujar Desra, dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI yang diterima Medcom.id, Senin 20 Agustus 2018.
 
“Pembangunan inklusif di seluruh daerah di setiap sektor merupakan syarat utama tercapainya pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang merata,” imbuhnya.
 
Lain halnya dengan paparan dari Staf Khusus Menteri Luar Negeri Bidang Penguatan Program-Program Prioritas, Mahendra Siregar,  agar visi APEC dapat fokus pada pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Paparan itu disampaikan oleh mantan Wakil Menteri Keuangan RI itu, pada APEC Vision Group, khususnya dalam rangka pembahasan visi APEC pascatahun 2020.
 
Dalam rangkaian pertemuan pejabat senior negara anggota APEC ini diselenggarakan juga Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi Bidang Kesehatan yang dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Ekonomi Kesehatan, M. Subuh, dimana Indonesia berbagi pengalaman tentang Puskemas sebagai fasilitas kesehatan untuk pertolongan pertama di masyarakat.
 
Rangkaian Pertemuan Pejabat Tinggi APEC ke-3 diselenggarakan pada tanggal 4 – 20 Agustus 2018, terdiri dari berbagai pertemuan teknis, yang turut dihadiri oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Kesehatan, dan instansi terkait lainnya.
 
Ini merupakan kali pertama Papua Nugini menjadi ketua dan tuan rumah APEC. Indonesia turut berperan aktif dalam mempersiapkan keketuaan APEC Papua Nugini melalui bantuan logistik dan kerja sama teknik di bidang protokol, persidangan, dan keamanan.
 
APEC merupakan forum kerja sama antara 21 ekonomi di Asia Pasifik yang bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui perdagangan dan investasi. Indonesia ikut mendirikan APEC tahun 1989, menjadi pemrakarsa Bogor Goals tahun 1994, serta kembali menjadi Ketua APEC tahun 2013.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close