Ignasius Jonan Tidak Setuju Fungsi Stasiun Gambir Dipindah

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Kementerian Perubungan berencana memindahkan fungsi Stasiun Gambir ke Stasiun Manggarai. Nantinya penumpang yang hendak berpergian jarak jauh tidak lagi naik kereta api di Stasiun Gambir. Staisun Gambir hanya melayani perjalanan kereta listrik atau Commuter Line. Semua perjalanan jarak jauh akan dialihkan ke Stasiun Manggarai.

Mendengar rencana perpindahan ini, Menteri ESDM Ignasius Jonan memberikan kritik kepada Kementerian Perhubungan melalui akun istagramnya. Diketahui Ignasius  Jonan yang pernah menjabat sebagai Kementerian Perhubungan Era SBY dan dikenal sebagai bapak perkeretaapian

Baca Juga:

Ignasius Jonan mengatakan kereta jarak jauh kurang cocok dipusatkan di Stasiun manggarai karena akan menyebabkan kepadatan penumpang. Kata dia, Stasiun Manggarai itu stasiun transit penumpang dari Bekasi ke Tanah Abang, dari Bogor ke Bekasi, Dari Kota Tua ke Bekasi. Bisa dibayangkan kalau ada gangguan kereta api. Bisa sangat padat penumpukan terjadi di Stasiun Manggarai.

Saat dikomfirmasi terkait kritikan Ignasius Jonan. Menteri perhubungan Budi Karya Sumandi enggan berkomentar.”Itu nanti Ya,” kata Budy saat ditemui usai diskusi bertajuk Transportasi Massal Ibu Kota baru’ Seperti Apa?’ di Jakarta, kamis (10/10) kemarin.

Berbeda dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumandi, pegawai Kemenhub ini justru menyambut baik kritikan dari bekas atasannya Ignasius Jonan.  Kepala Badan Litbang Kemenhub Sugihardjo mengatakan, mantan atasannya (Ignasisus Jonan) itu memang salah satu tokoh yang paling mengerti soal perkeretaapian.

“Kalau pak Jonan itu kan bapaknya pembangunan kereta api di Indonesia lah. Beliau tau persis kondisi di Stasiun Gambir ini,” katanya usai menjadi pemateri di salah satu diskusi di Pecenongan (10/10).

Dia mengatakan, Stasiun Gambir memang termasuk stasiun terbaik bila dibanding Stasiun Manggarai atau yang lain.  Stasiun itu sudah dilengkapi fasilitas memadai. Baik di dalam area stasiun maupun koneksi dengan angkutan umum seperti bus Transjakarta diluar stasiun.

“Tapi kan kita juga punya target bahwa peningkatan (penumpang) KRL ini harus terus ditingkatkan. Dan masyarakat sudah sangat percaya (menggunakan KRL),” katanya.

Dia menyebut, berdasarkan data terakhir, jumlah pengguna KRL per hari saat ini mencapai 1. 150 ribu orang per hari. Tak lama lagi, jumlahnya akan tembus 1.200 ribu penumpang setiap hari. Menurut dia, padatnya penumpang kereta di setiap gerbong karena frekuensi kereta yang terbatas. Karena itu, frekuensinya harus ditambah.

“Nah, untuk bisa menambah frekuensinya maka harus dipisahkan antara comuterline dengan KA jarak jauh. Nah, Stasiun Manggarai itu di desain memisahkan antara KA jarak jauh dengan yang comuterline. Kita sedang mengembalikan ke arah sana,” katanya.

Dia membenarkan kritik publik di sosial media. Terutama soal kesemrawutan dan akses dari dan menuju Stasiun Manggarai yang masih terbatas. Karena itu, penataan menyeluruh akan dilakukan . Jadi, kawasan stasiun harus ditata. Bukan hanya pada simpulnya.

“Jadi, benar sekali harus dilakukan penataan menyeluruh di kawasan Stasiun Manggarai,” katanya.(pit)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *