Iis Sugianto Keseret Kasus Suap Garuda

  • Whatsapp
Artis sekaligus politisi Iis Sugianto

INDOPOLITIKA – Penyanyi lawas Iis Sugianto keseret kasus suap PT Garuda Indonesia yang melibatkan mantan Direktur Utama Emirsyah Satar. Bahkan Iis sempat diperiksa KPK pada 13 Agustus 2019 lalu.

Ia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar.

Baca Juga:

“Jadi sebenarnya kejadian tahun 2011. Saya jual rumah, yang beli, mertuanya yang oknum korupsi. Saya enggak tahu beli dari mana, yang beli mertuanya,” ujar Iis saat ditemui di jumpa pers Golden Memories Asia, di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (29/8).

“Karena saya kenal dari broker, saya dikenalin lah sama mertuanya. Kemarin saya membantu KPK memberikan data dan membantu pemerintah memberantas korupsi,” imbuh Iis.

Saat itu, kata Iis, dirinya tak menaruh curiga pada pembeli rumahnya. Iis pun tak menyangka bahwa uang yang digunakan untuk membeli rumahnya adalah uang hasil korupsi.

“Enggak ada sama sekali. Yang datang orangtua, nenek-nenek yang beli. Masa kasus sih, tahunya pakai uang mantunya yang korupsi, Emirsyah Dirut Garuda,” ungkapnya.

Meski harus diperiksa KPK, namun Iis mengaku diperlakukan dengan baik. “Enggak deg-degan, baik sekali. Kita ketawa-ketawa sama penyidik karena mereka tahu saya tak tahu apa-apa. Saya enggak terlibat,” kata Iis.

Sebelumnya Iis dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar.

Dalam kasus ini, Emirsyah, yang merupakan mantan Dirut PT Garuda Indonesia, ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga menerima suap terkait pengadaan mesin pesawat Rolls-Royce dan pesawat Airbus SAS untuk PT Garuda Indonesia.

Emirsyah diduga menerima suap lewat Soetikno Soedarjo, yang merupakan beneficial owner Connaught International Pte Ltd. KPK menduga suap itu diberikan Soetikno dalam bentuk uang sejumlah 1,2 juta euro dan USD 180 ribu serta barang senilai USD 2 juta yang tersebar di Indonesia dan Singapura. KPK juga mengatakan ada temuan baru terkait aliran dana lintas negara yang diduga terkait dengan tersangka pada perkara ini.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *