Ilmuwan LIPI Ini Gregetan Lihat Kabupaten Serang, Kenapa Prof ?

Siap Maju di Pilkada dengan Janji ke Arah Perubahan Lebih Baik
  • Whatsapp
Peneliti LIPI, Prof Lili Romli

INDOPOLITIKA- Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI) Prof Lili Romli, nampaknya cukup ‘gregetan’ melihat Kabupaten Serang, yang dianggap stagnan dari segi perkembangan maupun pembangunannya. Bahkan konon, angka pengangguranya cukup tinggi dibanding daerah lain di Banten.

Berbekal ilmu pengetahuan mumpuni sebagai peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terutama di bidang riset, Prof Lili ingin membawa Kabupaten Serang menjadi sebuah daerah berkembang dengan berbagai ide cemerlang yang dipunyai olehnya. Karenya, ilmuwan kelahiran 10 Maret 1964 ini bersiap maju pada Pilkada Kabupaten Serang, 2020 mendatang.

Baca Juga:

“Saya liat dari masa ke masa Kabupaten Serang pembangunannya belum terlihat, pengangguran tinggi. Bahkan Wakil Presiden RI yang berasal dari Kabupaten Serang pak Kiai Maruf Amin juga mengatakan bahwa pembangunan di sini belum terlihat,” ungkap Prof Lili saat berdiskusi dengan wartawan di rumah makan Cibiuk, Kota Serang, Sabtu (7/9).

Pilkada kata Lili, bukan sekedar pertarungan sosok atau figur. Jauh dari itu adalah pertarungan antar gagasan yang dibutuhkan oleh masyarakat bukan pertarungan uang, karena latar belakang seorang pemimpin harus jelas dengan visi misinya. “Masyarakat Serang ini ingin perubahan. Untuk itu, saya terdorong untuk maju pada Pilkada,” akunya.

Kabupaten Serang, kata Lili,  memiliki potensi sumber daya alam dan lahan yang masih bisa dimanfaatkan untuk memajukan suatu daerah. “Industri disini ada, pertanian luas dan lainnya lengkap, tapi jangan sampai masyarakatnya hanya jadi penonton,” jelasnya.

Menjadi bukti, kata Lili, ketika tingkat pengangguran tinggi, padahal disini (Kabupaten Serang) menjadi kawasan industri di Banten. “Dari segi pertanian, disini banyak dan jangan sampai tidak dimanfaatkan dengan baik,” sambungnya.

Sebagai langkah starategis awal, Lili akan membentuk tim untuk bersosialisasi kepada masyarakat bahwa dirinya memiliki gagasan serta visi dan misi yang jelas. “Saya punya gagasan, visi misi ini untuk pertarungan, masyarakat diajak adu gagasan. Kalau masyarakat diajak pertarungan figur atau isi tas, yang punya gagasan ini tidak akan mampu,” jelasnya. [asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *