Imam Turut ‘Pamitan’ dengan Masjid di Kemenpora

Matanya Berkaca-kaca Saat Undur Diri ke Seluruh Pegawai
  • Whatsapp
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi usai berpamitan dengan pegawa Kemenpora

INDOPOLITIKA.COM- Menteri Pemuda dan Olahrag Imam Nahrawi resmi mengundurkan dari jabatanya. Surat pengunduran dirinya pun sudah disampaikan kepada Presiden Jokowi. Tak lupa, Imam pun berpamitan ke seluruh pegawai di lingkup kementerian yang dipimpinnya, pada Kamis (19/9).

Sebelum benar-benar berpisah, Imam pun shalat dzuhur berjamaah di masjid di lokasi itu. Dalam momen ini, dia pun sedikit berbagi cerita jika pada awal menginjakan kaki di Kemenpora, langsung mendatangi masjid itu untuk shalat. Langkah serupa dilakukannya saat undur diri, kemarin. Imam ‘berpamitan’ dengan masjid itu.

Baca Juga:

“Saya waktu awal jadi menteri itu masuk masjid, sembahyang. Saya berkenalan dengan jamaah di masjid,” kata Imam usai melaksanakan ibadah.

“Sekarang saya juga shalat dzuhur di sini bersama jamaah yang lain, ini sebagai semangat, tapi karna ini masjid nggak boleh ada statement apapun,” sambungnya.

Saat berpamitan dengan seluruh pegawai di dalam ruangan tertutup. Kendati demikian, suasana haru biru masih bisa diintip di kaca. Nampak sebagai manusia biasa, mata mantan anggota DPR itu berkaca-kaca. Ia seperti menahan rasa sedih yang mendalam. Para pegawai Kemenpora satu persatu menyalami bos mereka.

Imam Nahrawi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Imam Nahrawi dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum sebagai tersangka tindak pidana korupsi dalam kasus suap dana hibah Kemenpora kepada KONI tahun 2018. Ulum sebelumnya telah ditahan oleh komisi antirasuah itu.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan sebagai tersangka, yaitu IMR (Imam Nahrawi) dan MIU (Miftahul Ulum),” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat menggelar konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019).

Tersangka dikenakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.[asa]

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *