Internasional

Imbalan Uang Demi Kematian Politisi Anti-Islam Belanda

Politikus anti-Islam Belanda Geert Wilders. (Foto: AFP).

Islamabad: Kontes kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad dikoarkan oleh politikus Belanda Geert Wilders. Kini ada imbalan dikeluarkan bagi siapa pun yang bisa membunuh politikus sayap kanan Belanda itu.
 
Seorang pemain kriket Pakistan menawarkan imbalan untuk pembunuhan politisi Belanda yang sangat anti-Muslim. Iming-iming imbalan itu menambah kekhawatiran di Belanda bahwa kompetisi kartun, yang diumumkan pada 12 Juni lalu, akan menyebabkan kekerasan dengan target tertentu.
 
Ancaman kekerasan bisa terjadi baik di Belanda maupun terhadap target-target Barat di Pakistan, oleh militan keagamaan termasuk ISIS atau para pembunuh yang terinspirasi oleh kelompok teror tersebut.
 
Seperti dilansir VOA Indonesia, Rabu 29 Agustus 2018, Khalid Latif, mengumumkan imbalan hadiah untuk membunuh Wilders ini melalui Facebook. Dia bersedia untuk memberikan USD24 ribu pagi pembunuh Wilders dan rekan di partai ekstrem kanannya, VVD. 
 
Wilders sendiri mengatakan ia telah menerima lebih dari 200 kartun peserta kontes, yang akan dinilai oleh kartunis Amerika dan mantan Muslim Bosch Fawstin.
 
Karena jurinya seorang warga Amerika Serikat, kalangan Islamis Pakistan menyatakan Amerika juga harus disalahkan atas penyelenggaraan kontes tersebut. Partai Islamis Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP), yang menuntut Islamabad agar memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda, menyatakan “langkah-langkah keras juga harus diambil terhadap Amerika.”
 
Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mengakui kehebohan yang berkembang tersebut. Ia berjanji dalam pidato perdananya pekan ini di Senat Pakistan bahwa ia akan mengangkat isu karikatur penistaan itu di Majelis Umum PBB.
 
"Sedikit sekali di Barat yang memahami kepedihan yang dirasakan Muslim oleh aktivitas penistaan semacam itu," kata Khan.
 
Ancaman kekerasan akibat penghinaan terhadap Nabi Muhammad mencapai puncaknya pada tahun 2015, saat dua militan Prancis yang telah bersumpah setia kepada Al Qaeda membantai 12 orang di kantor majalah satir Charlie Hebdo, tampaknya karena media tersebut mencetak sejumlah kartun Muhammad.
 
Serangan ini adalah yang pertama dari gelombang terorisme di Prancis yang menewaskan lebih dari 240 orang selama tiga tahun belakangan ini. Antara 2.000 dan 3.000 demonstran di ibu kota Pakistan, Islamabad, awal pekan ini dicegah sewaktu akan melemparkan batu ke arah Kedutaan Besar Belanda. Para demonstran menyatakan kontes kartun itu merupakan tindak penistaan.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close