Internasional

Imran Khan Klaim sebagai Perdana Menteri Baru Pakistan

Imran Khan (kacamata hitam) klaim sebagai pemenang Pemilu Pakistan 2018 (Foto: AFP).

Islamabad: Mantan atlet kriket Pakistan yang kini berkarier di politik, Imran Khan, mengklaim kemenangan pemilihan umum. Pemilu Pakistan sendiri berjalan tegang menyusul tuduhan kecurangan oleh pihak-pihak yang bersaing.
 
Baca juga: Mantan Atlet Kriket Pakistan Unggul di Hitung Cepat Pemilu.

Tidak ada konfirmasi resmi hasil dari komisi pemilihan Pakistan hampir 24 jam setelah pemungutan suara ditutup pada Rabu 25 Juli 2018. Tetapi penghitungan tidak resmi menunjukkan partai pimpinan Khan, Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) partai memimpin dengan jelas.
 
"Kami berhasil dan kami diberi mandat. Tidak ada politikus yang dikorbankan dalam pemilu ini," ujar Khan, seperti dikutip AFP, Kamis 26 Juli 2018.
 
Politikus berusia 65 tahun ini mengatakan pemilu ini sebagai yang 'paling transparan' dalam sejarah negara itu. Khan pun  bersumpah untuk mengatasi korupsi yang "memakan negara Pakistan seperti kanker".
 
Dia juga menyinggung janji untuk menyeimbangkan hubungan dengan AS yang akan menguntungkan bagi kedua negara.
 
Pernyataan Khan muncul beberapa jam setelah para pendukungnya turun ke jalan untuk merayakan kemenangannya. Sementara lawan politik Khan menyebutkan militer turut terlibat melakukan kecurangan yang menguntungkan Khan.
 
Penundaan dalam penghitungan suara yang belum pernah terjadi sebelumnya, bersama dengan keunggulan mengejutkan bagi Khan, telah memicu ketakutan yang meluas atas legitimasi latihan.
 
Surat kabar dan saluran televisi telah memprediksi kemenangan untuk PTI sejak akhir Rabu. Pada Kamis, hasil tidak resmi menunjukkan setidaknya 100 kursi sejauh ini dimenangkan PTI di Majelis Nasional. Dibutuhkan mayoritas 137 kursi untuk membentuk pemerintahan.
 
Sementara mantan istri Khan, produser film Inggris Jemima Goldsmith, memberikan ucapan selamatnya.
 
"22 tahun kemudian, setelah penghinaan, rintangan dan pengorbanan, ayah dari putra saya adalah Perdana Menteri Pakistan berikutnya," tulisnya.
 
Komisi Pemilihan Pakistan menepis tuduhan manipulasi, menyalahkan penundaan pada gangguan dalam perangkat lunak penghitungan baru yang belum teruji.
 
"Pemilihan ini 100 persen adil dan transparan," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Sardar Muhammad Raza.
 
Otoritas pemilu belum dikonfirmasi ketika mereka mengharapkan untuk mengumumkan hasil. Beberapa laporan menyatakan bahwa hasil akan keluar hingga Kamis malam waktu setempat.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close