INDEF Minta Mentan Benahi Permasalahan Data Pangan

  • Whatsapp
Peneliti INDEF Rusli

INDOPOLITIKA.COM- Peneliti Institut For Development of Economic and Finance (INDEF) Rusli meminta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk menyelesaikan permasalahan data pangan. Pasalnya selama ini ada tumpang tindih kebijakan terkait dengan ketersediaan pangan dalam negeri antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan Bulog.

“Data pangan yang valid dan jelas akan menciptakan kebijakan di sektor pangan yang tidak gaduh dan sinkron dengan kerja Kementerian/Lembaga lain,” kata Rusli dalam diskusi online Kabinet Menteri Ekonomi Jilid II: Tantangan dan Harapan, Sabtu (26/10/2019).

Baca Juga:

Kata Rusli, koordinasi itu penting agar tidak ada lagi miss komunikasi antar lembaga negara dalam mengatasi permasalahan ketersediaan pangan dalam negeri. Ia mencontohkan, minimnya koordinasi pernah terjadi pada tahun 2018 lalu.

Pada saat itu, Badan Pusat Stastistik (BPS) menyebut Indonesia mengalami surplus beras 2,85 juta ton, sementara pemerintah melakukan impor beras besar-besaran. Akibatnya, gudang bulog didominasi dengan beras impor.

Agar hal ini tidak terjadi lagi, Rusli menyarankan pemerintah membentuk kelompok kerja (Pokja) untuk membenahi data pangan. Selain itu, pemerintah harus melakukan pendataan melalui satu pintu.

“Pokja tersebut kemudian diberi tugas untuk membenahi data pangan seperti apa yang telah dilakukan ke komoditas padi atau beras,” ujarnya.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *