Indeks Kebebasan Pers Meningkat, Insan Media Bengkulu Puji Kinerja Rohidin Mersyah

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Indeks kebebasan pers di Provinsi Bengkulu meningkat dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari peran dan support pemerintahan daerah.

Dalam konteks nasional, Indeks kebebasan pers cenderung membaik dalam lima tahun terakhir. Menurut data yang dihimpun Reporters Without Borders, indeks kebebasan pers di Indonesia pada 2015 sebesar 40,75 poin. Angkanya menurun menjadi 36,77 poin pada 2019 dengan peringkat 124 dari 180 negara. Semakin rendah skor, maka indeks kebebasan pers semakin baik.

Bacaan Lainnya

Provinsi Bengkulu sendiri menurut Dewan Pers menempati rangking ke-9 di nasional dan ke-5 di Pulau Sumater dengan angka 76,65 (baik/cukup bebas).

Terkait kebebasaan pers, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan media massa/pers sebagai kontrol kinerja pemerintah dan kontrol sosial masyarakat serta sebagai peluang bisnis yang menjanjikan, terlebih di era 4.0 ini.

Selain itu, Rohidin menegaskan media harus bisa membentuk pola pikir / menggiring opini masyarakat ke arah yang sehat, positif dan bijak dalam menyikapi berbagai kondisi.

“Daerah itu tidak akan pernah maju kalau pola pikir masyarakatnya tidak sehat. Maka dinegara-negara maju yang pertama mereka tekankan adalah pola pikir. Kalau seseorang pola pikirnya sudah maju, sehat, mandiri dan rasional, maka selesai segala urusan,” ungkap Rohidin, Rabu (29/01/2020).

Syukron Ahmadi, salah satu pegiat media online di Bengkuku mengatakan bahwa media bertujuan menjalankan fungsi sesuai dengan undang – undang pers. Dirinya meyakini media massa di Bengkulu akan bersama – sama mendukung pembangunan daerah.

“Terlebih indeks kebebasan pers di Bengkulu cukup meningkat hasilnya. Jadi karena perhatian pemerintah daerah dan swasta, sehingga indeks pers di Bengkulu cukup tinggi sejak 2 tahun terakhir,” jelasnya.

Menanggapi meningkatnya indeks kebebasan pers tersebut, Muhammad Rifki, salah satu jurnalis muda di Kota Bengkulu mengatakan apresiasinya atas capaian tersebut. “Peningkatan ini harus diapresiasi. Artinya iklim demokrasi dan kebebasan pers di Bumi Raflesia tumbuh secara sehat,” ungkapnya.

Iklim tersebut lanjut Rifki, berkat kinerja Rohidin yang terbuka dan transparan. “Apresiasi ini menurut saya harus kita persembahkan pada pemimpin tertinggi di Bumi Raflesia, yakni pak Rohidin,” imbuhnya.

“Sepanjang kepemimpinan Rohidin, kebebesan publik untuk berpendapat dan mendapatkan informasi sangat terbuka. Ini cerminan pemimpin yang modern dan mengerti kemajuan,” pungkasnya. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *