INDOPOLITIKA – Wabah virus Nipah dilaporkan terjadi di India, tepatnya di negara bagian West Bengal. Penyebaran virus mematikan ini membuat hampir 100 orang harus menjalani karantina setelah diketahui melakukan kontak erat dengan pasien terinfeksi.

Sejumlah tenaga kesehatan, termasuk dokter dan perawat, turut dilaporkan tertular virus Nipah saat menangani pasien yang positif Nipah.

Kondisi tersebut memicu kewaspadaan tinggi, baik di India maupun negara-negara sekitarnya, mengingat virus Nipah memiliki tingkat kematian yang tinggi serta belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus.

Fakta-Fakta Wabah Virus Nipah di India

  1. Lima Kasus Terkonfirmasi di West Bengal

Otoritas kesehatan setempat mengonfirmasi lima kasus infeksi virus Nipah. Dua di antaranya merupakan tenaga medis di sebuah rumah sakit swasta di sekitar Kolkata. Kasus pertama terdeteksi pada Senin, 19 Januari 2026.

Seorang pejabat senior Departemen Kesehatan West Bengal menyebutkan bahwa kondisi perawat pria mulai membaik, sementara pasien perempuan masih dalam keadaan kritis dan dirawat intensif di ICCU.

  1. Hampir 100 Orang Menjalani Karantina

Untuk mencegah penularan lebih luas, orang-orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif diminta melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing.

  1. Termasuk Patogen Prioritas WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus Nipah sebagai patogen prioritas karena berpotensi memicu wabah besar. Tingkat kematian akibat virus ini dilaporkan berkisar antara 40 hingga 75 persen.

  1. Belum Tersedia Vaksin dan Obat Khusus

Hingga saat ini, penanganan pasien virus Nipah masih terbatas pada perawatan suportif untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi serius.

  1. Dapat Menular dari Hewan ke Manusia dan Antarmanusia

Virus Nipah diketahui dibawa oleh kelelawar buah dan dapat menular melalui makanan yang terkontaminasi, kontak dengan hewan terinfeksi, serta melalui cairan tubuh manusia.

Menurut Rajeev Jayadevan, mantan Presiden Asosiasi Medis India wilayah Cochin, risiko penularan lebih tinggi di daerah pedesaan dan wilayah dekat hutan, tempat interaksi manusia dengan kelelawar buah lebih sering terjadi.

  1. Menyebabkan Gejala Berat hingga Gangguan Otak

Selain demam dan gejala mirip flu, infeksi Nipah dapat berkembang menjadi peradangan otak atau ensefalitis, disertai kejang, penurunan kesadaran, koma, hingga berujung kematian.

Langkah Pencegahan Penularan Virus Nipah

Mengacu pada panduan Kementerian Kesehatan RI, masyarakat diimbau melakukan langkah-langkah pencegahan berikut:

  • Menghindari kontak langsung dengan hewan berisiko seperti kelelawar dan babi.
  • Mencuci buah dan sayuran dengan air bersih sebelum dikonsumsi.
  • Menggunakan alat pelindung diri saat menangani hewan atau membersihkan kandang.
  • Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah berinteraksi dengan hewan atau orang sakit.
  • Memastikan daging dimasak hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  • Wabah ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis yang berpotensi menimbulkan krisis kesehatan serius jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. (Nul)
Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com