Internasional

Indonesia Kecam Kontes Kartun Nabi Muhammad di Belanda

Menlu Retno Marsudi mengecam kontes bertemakan kartun Nabi Muhammad di Belanda (Foto: Dok.Kemenlu RI).

Jakarta: Politikus anti-Islam asal Belanda Geer Wilders melakukan kontes kartun yang bertemakan Nabi Muhammad. Indonesia pun mengecam ulah Wilders tersebut.
 
Baca juga: Kontes Kartun Nabi Muhammad di Belanda Picu Protes Pakistan.
 
Wilders adalah anggota Parlemen Belanda yang berasal dari kelompok sayap kanan. Dia sudah mengumumkan kontes tersebut sejak 12 Juni lalu.
 
"Indonesia mengecam rencana pelaksanaan kontes kartun bertema Nabi Muhammad yang akan dilakukan salah satu anggota Parlemen Belanda, Geert Wilders," tegas pernyataan Kementerian Luar Negeri RI, dalam keterangan yang diterima Medcom.id, Kamis 30 Agustus 2018.
 
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi telah berkomunikasi dengan Menlu Belanda, Stephanus Abraham Blok, untuk menyampaikan keprihatinan mendalam dan mengecam rencana  pelaksanaan kontes tersebut.
 
"Menlu RI menegaskan bahwa rencana tersebut merupakan tindakan provokatif dan tidak bertanggungjawab," imbuh pernyataan itu.
 
Bagi Menlu Retno yang pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Belanda, kontes tersebut membahayakan upaya bersama dalam menciptakan perdamaian, stabilitas dan toleransi antar agama dan peradaban.
 
Baca juga: Imbalan Uang Demi Kematian Politisi Anti-Islam Belanda.
 
"Indonesia menekankan bahwa kebebasan berekspresi adalah suatu yang harus dihormati akan tetapi tidak tanpa batas. Semua pihak berkewajiban untuk senantiasa memegang teguh prinsip toleransi untuk saling menghormati," tegas Menlu Retno.
 
Akibat kontes ini muncul beberapa sayembara yang memberikan imbalan uang demi kematian anggota Parlemen Belanda yang mendukung kontes tersebut. Bahkan di Pakistan sudah muncul protes menentang kontes.
 
Wilders sendiri menyebutkan sudah ada lebih dari 200 kartun yang diterima. Rencananya pemenangnya akan diumumkan pada November di sekitar Gedung Parlemen.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close