“Indonesia Miliki Infrastruktur Sosial yang Kuat Untuk Tangkal Radikalisme”

  • Whatsapp
Dirjen Kemenag Komaruddin Amin

INDOPOLITIKA.COM – Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Komaruddin Amin mengaku bersyukur Indonesia masih memiliki infrastruktur sosial yang kuat untuk menangkal ideologi radikal.

Menurutnya, penyebab radikalisme sangatlah kompleks. Mulai dari persoalan ekonomi, kesenjangan sosial, ketidakpuasan, dan juga ketidakadilan. Dalam hal itu, agama sering dikorbankan, dimanipulasi, dan dieksploitasi untuk sampaikan pesan-pesan yang tidak betul.

Berita Lainnya

“Saat ini, tanggung jawab penguatan pemahaman keagamaan bukan eksklusif dimiliki oleh kementerian. Tapi oleh semua elemen bangsa demi menguatkan pemahaman keagamaan. Tidak bisa dilakukan secara sporadis, tapi harus bersinambung, terstruktur, masif, dan jangka panjang,” tutur Komaruddin Amin di Jakarta, Senin (11/11/2019).

Ia menjelaskan, kalau pemahaman agama lemah, maka akan mudah dipengaruhi oleh ideologi-ideologi lain. Dalam hal itulah, sambung dia, Kemenag aktif menyebarkan pemahaman agama yang moderat.

Amin mengatakan, Indonesia memang merupakan negara yang sangat plural. Namun terbukti, sambung dia, bangsa ini bisa merawat kebinekaannya.

“Itu karena Indonesia punya infrastruktur sosial yang kuat. Seperti NU dan Muhammadiyah yang moderat, bukan yang radikal. Kita juga punya ormas mainstream yang moderat. Alhasil, Indonesia tidak mudah dimasuki oleh ideologi radikalisme,” katanya.

Kendati demikian, Amin mengatakan, kewaspadaan tetap harus ada dengan melakukan langah-langkah antisipatif. Sebab di satu sisi, kondisi bangsa yang sangat plural, mengandung potensi konflik.

“Tapi ya karena infrasftruktur sosial yang sangat kokoh, radikalisme bisa dihalau. Walau negara kepulauan dan majemuk, kta masih bisa bertahan,” tandasnya.[ab]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *