Internasional

Indonesia Minta PBB Desak Israel Akhiri Pendudukan di Palestina

Pembelaan hak warga Palestina yang digelar di Jerman, Juni 2018. (Foto: AFP)

Jenewa: Indonesia kembali menegaskan posisinya dalam membela hak-hak sah masyarakat Palestina. Lewat Wakil Tetap RI di Jenewa, Hasan Kleib, Indonesia menyampaikannya dalam Sidang Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa.

"Sudah lebih dari 60 tahun Israel membuat kawasan sebagai teater ketegangan dan kekerasan. Rakyat Palestina mengalami kesulitan hidup setiap hari, dan Israel dengan keras kepala terus mengabaikan desakan internasional untuk mengakhiri pendudukan illegal nya di tanah milik Palestina," kata Hasan, dalam keterangan tertulisnya kepada Medcom.id, Senin 24 September 2018.

Hasan mendesak PBB untuk mengambil aksi nyata mengakhiri impunitas yang terus dinikmati Israel. "Dewan HAM juga perlu secara serius mengejar akuntabilitas atas berbagai pelanggaran HAM oleh Israel yang terus berlanjut di wilayah pendudukan Palestina," imbuh Hasan.

Dia menambahkan, Israel secara terang-terangan melanggar berbagai hukum internasional melalui pembangunan pemukiman ilegal, pendirian tembok pemisah dan pembatasan mobilitas warga Palestina. Hasan mengingatkan penggunaan kekerasan bersenjata terhadap warga sipil Palestina di Gaza juga mendapat kecaman internasional.

"Ini harus menjadi tanda pengingat bagi PBB untuk segera mengambil langkah-langkah konkrit guna memastikan bahwa Israel mengakhiri kebijakan-kebijakannya yang tidak manusiawi, dan menarik diri dari seluruh wilayah pendudukan," tukasnya.

Pada saat yang sama, Indonesia juga menyambut baik terbentuknya Commission of Inquiry (CoI) yang sejalan dengan desakan Indonesia sebelumnya. Dia berharap CoI yang akan melakukan investigasi atas pelanggaran HAM oleh aparat keamanan Israel terhadap rakyat sipil Palestina dalam protes damai di Gaza, yang dimulai sejak Maret 2018, dapat menjalankan mandatnya dengan efektif.

Hasan juga meminta agar CoI dapat mengeluarkan rekomendasi terkait mekanisme akuntabilitas yang sesuai bagi para pelaku kekerasan bersenjata oleh Israel terhadap rakyat sipil Palestina.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close