Internasional

Indonesia Minta Uni Eropa Jangan Persulit Kelapa Sawit

Menteri Koordinasi Kemaritiman Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Menteri Koordinasi Kemaritiman Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar jangan mempersulit kelapa sawit Indonesia. Salah satu contohnya, dengan menerapkan hambatan tarif untuk produk-produk kelapa sawit Indonesia.
 
"Kita minta supaya jangan dipersulit dengan macam-macam aturan, seperti tariff barrier itu, karena ini menyangkut masalah poverty (kemiskinan), yang terdapat dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) nomor satu," kata Luhut, di Jakarta, Senin 20 Agustus 2018.
 
Hambatan tarif diberikan oleh Uni Eropa terhadap produk sawit Indonesia. Sebagai negara produsen sawit terbesar di dunia, Indonesia menganggap langkah Uni Eropa sebagai kampanye hitam.
 
"Uni Eropa harusnya sadar bahwa dampaknya terhadap kemiskinan akan besar jika sampai dilarang," serunya.
 
Meski demikian, Luhut diplomasi Indonesia ke Eropa masih sangat bagus. Dia mengatakan hanya tinggal menunggu e-look soal tanah.
 
Luhut menambahkan Indonesia ingin diikutsertakan dalam kepanitiaan untuk penentuan standar e-look tersebut. Mantan Menteri Koordinasi Politik Hukum dan Keamanan tersebut menuturkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah tahu bahwa kelapa sawit menaikkan ekonomi Indonesia.
 
Dia mengatakan PBB akan membantu Indonesia. "Mereka akan bantu, ya mereka merasa Indonesia benar, kan ini negara-negara berkembang umumnya, ya jangan dong ada double standard," tukas Luhut.
 
Indonesia sudah memiliki kerja sama dengan PBB di bidang Lingkungan melalui program planting. Menurut Luhut, program tersebut sudah dimulai di Jambi.‎
 
Produk sawit Indonesia dan Malaysia mendapatkan 'ancaman' dari negara-negara Uni Eropa. Menurut Dewan Uni Eropa, produk sawit Indonesia dibuat dengan merusak lingkungan.
 
Padahal, kelapa sawit membantu Indonesia mengurangi angka kemiskinan yang menjadi salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan PBB.‎

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close