Indonesia Tak Terdeteksi Virus Corona Lantaran Beda Metode

  • Whatsapp
Petugas medis menunjukkan sampel yang diambil dari pasien yang diduga terkena virus corona di tempat karantina di Wuhan, Cina

INDOPOLITIKA.COM – Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menjelaskan alasan mengapa deteksi virus Corona Covid-19 di Indonesia memakan waktu lebih lama dari negara lain karena perbedaan metode.

Seperti diketahui, beberapa negara lain mengklaim mereka bisa mendeteksi virus lebih cepat. Singapura menyebut bisa deteksi virus itu dalam dua jam, China mengklaim terdeteksi dalam lima jam.

Baca juga:

Peneliti LBM Eijkman Frilasita Aisyah Yudhaputri mengatakan perbedaan lama waktu pendeteksian tergantung dari metode yang digunakan. Selain itu, Frilasita mengatakan pengujian untuk menentukan positif atau negatif sejatinya hanya membutuhkan waktu beberapa jam.

Akan tetapi, kewajiban konformasi membuat identifikasi memakan waktu sekitar tiga hari. “Total sebenarnya satu harian. Tapi uji ulang membutuhkan waktu lebih lama,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (15/2/2020).

Lebih lanjut, Frilasita memaparkan dua metode yang bisa dilakukan pihaknya untuk mendeteksi virus corona Covid-19 , yaitu metode protokol Pan-CoV dan kuantitatif PCR. Namun, sebenarnya selain dua metode ini telah dikembangkan metode pendeteksian lain yang berbeda di tiap negara.

Dengan protokol Pan-CoV, langkah pertama adalah dengan cara mengekstraksi asam ribonukleat (RNA) yang diterima laboratorium. Setelah itu, dilakukan uji penyaringan (fgen RdRp) untuk menentukan positif atau negatif.

Jika dinyatakan positif, langkah selanjutnya adalah uji konfirmasi di Pusat Genom Nasional LMB Eijkman untuk sequencing guna mengidentifikasi spesies. “Protokol Pan-CoV dapat mendeteksi famili coronavirus, termasuk Human CoV OC43, Human CoV 229E, SARS, MERS, Feline Infection Peritonitis, 2019-nCoV, dan lain-lain,” ujar Frilasita.

Sedangkan metode kuantitatif menurutnya dilakukan dengan mendeteksi secara langsung gen yang dipercaya paling sensitif untuk mendeteksi virus corona. Terdapat tiga gen yang diuji, yakni E, RdRp, dan N. Jika semua positif artinya seseorang positif terjangkit virus corona.[ab]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *