Indopolitika.com Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Ibu Ani Yudhoyono

  • Whatsapp
Karangan Bunga Indopolitika atas meninggalnya Ibu Ani Yudhoyono.

Indopolitika.com — Kabar meninggalnya Ibu Ani Yudhoyono istri dari Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membawa duka bagi seluruh Bangsa Indonesia.

Sebagai Ibu Negara yang mendampingi Presiden SBY selama 10 tahun ini, Ani Yudhoyono sudah banyak sekali memberikan sumbangsihnya kepada Bangsa.

Pemilik nama lengkap Kristiani Herrawati ini secara konsisten telah melakukan berbagai terobosan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan melalui program-program Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) melalui 5 pilarnya : Indonesia Pintar, Indonesia Sehat, Indonesia Hijau, Indonesia Kreatif dan Indonesia Peduli.

Dimulai dari Program Indonesia Pintar, program ini merupakan dukungan Ibu Negara untuk memberikan akses layanan pendidikan bermutu di lingkungan kurang beruntung dan terpencil. Program ini diwujudkan dalam bentuk rumah pintar, mobil pintar, kapal pintar dan pendidikan pemberdayaan ekonomi perempuan. Seluruh inovasi layanan pendidikan tersebut diintegrasikan dengan pemberdayaan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Kemudian Program Indonesia Sehat, dimana ide-ide Ibu Negara di bidang kesehatan ini dituangkan dengan mengedepankan motto “Bangsa Sehat Negara Kuat”. Hal ini didasari pemikiran Ibu Negara tentang perlunya peningkatan kualitas kesehatan Ibu dan Anak merupakan salah satu sasaran utama pembangunan kesehatan di Indonesia, karena dari ibulah lahir anak-anak generasi bangsa. Konsep Indonesia sehat ditujukan untuk membangun program pemerintah dalam menciptakan keluarga, masyarakat dan bangsa yang sehat. Konsep ini diimplementasikan antara lain melalui Mobil Sehat (Mohat) dan Motor Sehat (Torhat). Guna menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat, program Indonesia Sehat juga diarahkan untuk peduli sanitasi, menciptakan rumah yang sehat dan layak huni serta membantu menekan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia.

Selanjutnya, Program Indonesia Hijau dengan motto “Selamatkan Bumi Kita”, sebagai bagian dari Indonesia Sejahtera. Menitikberatkan kepada kepedulian SIKIB terhadap lingkungan hidup. Hal ini tertulis pada kegiatan Indonesia Hijau yang diterapkan dalam program Tanam dan Pelihara (T&P) dimana termasuk dukungan bagi Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon (GPTP), program Mobil Hijau (MOH), program Pemeliharaan dan Pemberdayaan Lingkungan (PPL), dan dukungan bagi kegiatan Indonesia Sejahtera SIKIB umumnya serta pilar-pilar lain khususnya.

Kemajuan pesat pada program Indonesia Hijau adalah program yang berhubungan dengan ketahanan pangan keluarga. Kegiatan ini banyak melibatkan kelompok perempuan, remaja dan anak-anak. Kegiatan tersebut antara lain :

a) Program Tanam dan Pelihara

Setelah Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara (GPTP) berjala selama 5 Tahun, dalam kebersamaan 7 organisasi perempuan nasional, maka sejak tahun 2012 telah dilakukan beberapa kegiatan terobosan dengan strategi menuju kemandirian GPTP yang bertujuan agar GPTP dapat berkesinambungan pasca tahun 2014, serta agar organisasi-organisasi anggota atau mitra pemrakarsa GPTP di daerah bisa lebih diberdayakan.

b) Mobil Hijau

Program Mobil Hijau sejak tahun 2012 mengalami peningkatan jumlah kegiatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dengan kegiatan-kegiatan rutin yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

c) Program Pemeliharaan dan Pengembangan Lingkungan

Melalui program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang banyak dilakukan oleh Tim Pemeliharaan dan Pemberdayaan Lingkungan (PPL). Kegiatn yang dilakukan antara lain dalam bentuk penerbitan buku panduan pertanian perkotaan dan kegiatan lainnya yang dilakukan dalam rangka mendukung program Indonesia Sejahtera.

Selain itu, Ibu Negara pun menuangkan ide-idenya di bidang ekonomi dalam wujud konsep program Indonesia Kreatif dengan visi dan misi “Lestarikan Budaya dan Pacu Kreatifitas”, yaitu suatu program upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat sesuai dengan potensi lokal dan potensi Sumber Daya Manusia, dengan penggunaan Metode One Village One Product yang dikembangkan di dalam Sentra Kriya yang ada di seluruh Rumah Pintar yang tersebar di Indonesia.

Program Indonesia Kreatif, juga bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, termasuk industri rumahan yang kenyataan di lapangan banyak dikelola dan dikembangkan oleh perempuan dan kelompok perempuan. Dalam konteks memacu kreatifitas di bidang ekonomi, metode yang digunakan dalam pelaksanaan Indonesia Kreatif adalah membangun pemberdayaan ekonomi untuk dikembangkan baik dalam rangka penciptaan lapangan kerja (job creation) maupun peningkatan usaha untuk kegiatan yang sudah ada. Masyarakat kecil menjadi anggota binaan Indonesia Kreatif yang telah tergabung dalam Rumah Pintar yang ada, karena program Indonesia Kreatif juga dimaksudkan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil khususnya dalam rangka pengentasan kemiskinan.

Pin Emas

Disamping upaya-upaya tersebut, Ibu Negara pun telah mengharumkan nama bangsa dengan menginisiasi kegiatan yang mendapatkan pengakuan dunia, yakni di antaranya:

a) Pada 31 Juli 2007, Ibu Negara telah diundang sebagai salah satu narasumber pada acara UNESCO Regional Conferences In Support of Global Literacy di Beijing, China.

b) Kegiatan Gerakan Perempuan Indonesia Tanam dan Pelihara 10.000.000 (sepuluh juta) pohon bersama 7 (tujuh) organisasi perempuan Indonesia pada 1 Desember 2007 mendapat penghargaan dari “The United Nations Environment Program” (UNEP) berupa “Certificate of Global Leadership”.

c) Ibu Negara juga pernah diundang sebagai pembicara utama dalam acara “Wanita Sebagai Pendorong dalam Menangani Perubahan Iklim”, yang merupakan acara sampingan dari acara COP-13 UNFCCC Bali pada Desember 2007. Ibu Ani juga menerima Global Leadership Award dari UNEP untuk kepemimpinan Ibu Ani dalam program Penanaman dan Perawatan 10.000 pohon di seluruh Indonesia.

d) Pada 28 Juli 2008 di acara Regional Microcredit Summit 2008, Ibu Negara mendapat penghargaan berupa pin emas dari M Yunus (Pemegang Nobel Perdamaian 2006 dan pendiri Grameen Bank, Bangladesh). Hal ini atas komitmen Ibu Negara yang tanpa henti mendorong dan mengembangkan UKM dan Kredit Mikro Indonesia melalui program PERKASSA (Program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera) dan Indonesia Kreatif.

e) Atas undangan DPR RI dan UNESCO, Ibu Negara berpidato di hadapan anggota perlemen Asia Pasific pada 7 Juli 2010 tentang program Indonesia Sejahtera.

Seperti diketahui, Ani meninggal di National University Hospital (NUH), Singapura pukul 11.50 waktu setempat. Dia dirawat sejak Februari 2019 karena sakit kanker darah. Jenazah disemayamkan terlebih dahulu di KBRI Singapura sebelum diterbangkan ke Tanah Air. Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka di Puri Cikeas, Bogor, lalu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (2/6) besok.

Selamat jalan Ibu Ani Yudhoyono…

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan