Indra Kenz Lega Segera Disidang! Jam Tangan Rp 24 M-Uang Tunai Rp 5,3 M Diserahkan ke Kejari Tangsel

Indra Kenz diserahkan ke Kejari Tangsel, Jumat (24/6/2022)/ist

INDOPOLITIKA.COM – Tersangka kasus investasi bodong trading binary option Binomo, Indra Kesuma alis Indra Kenz, Jumat (24/6/2022) dilimpahkan ke Kejari Tangsel setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap alias P21.

“Hari ini tim penyidik Subdit Perbankan Unit 5 melimpahkan berkas perkara atas nama tersangka Indra Kenz yang sudah P21 kemarin dan sekarang tahap II di Kejari Tangsel,” ungkap Kanit 5 Subdit II Perbankan Dittipideksus Bareskrim Polri Kompol Karta saat ditemui di Kejari Tangsel, Jumat (24/6/2022).

“Sekarang sedang berlangsung pengecekan barang bukti. Barang bukti yang diserahkan, selain dokumen-dokumen ada dua mobil Tesla dan Ferrari kemudian ada jam tangan, 12 jam tangan mewah yang harganya Rp 24 miliar, kemudian sertifikat tanah di Medan dan Deli Serdang, dan uang sekitar Rp 5,3 miliar yang kita transfer dari nomor rekening penampungan Bareskrim ke Kejari Tangsel,” tegasnya.

Kemudian, kata dia, untuk tersangka lain selain Indra Kenz, berkas perkaranya sudah masuk tahap p19. Penyidik sejauh ini sedang melengkapi petunjuk-petunjuk dari jaksa tentang kekurangan dari berkas perkara tersebut.

Sementara itu, Indra Kenz mengaku lega berkas perkaranya dinyatakan lengkap dan. Indra Kenz ingin segera menjalani persidangan.

“Saya juga sudah lega ya sudah tahap dua (pelimpahan tersangka dan barang bukti),” kata Indra di Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan (Kejari Tangsel).

Indra mengaku dalam keadaan baik. Crazy rich asal Medan, Sumatra Utara itu memastikan akan selalu kooperatif.

“Pastinya dari awal kan kooperatif selalu jawab dengan kooperatif, enggak pernah enggak mau jawab,” ujar mantan kekasih selebgram Vanessa Khong itu.

Indra Kenz ditetapkan sebagai tersangka kasus investasi bodong trading binary option lewat aplikasi Binomo itu pada Jumat, 25 Februari 2022. Dia langsung ditahan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Indra Kenz disangka melanggar Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Kemudian, Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 27 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik , Pasal 378 KUHP, dan Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). [Red]


Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.