Industri Kaca Lembaran Tetap Genjot Keuntungan Capai 5% Pada Tahun Depan

  • Whatsapp
Industri kaca lembaran

INDOPOLITIKA.COM- Sejumlah sektor industri manufaktur diperkirakan pertumbuhannya akan mengalami stagnan pada tahun depan 2020. Pelambanan pertumbuhan ini tentu berdampak pada industri otomotif.

Chairman Asosiasi Kaca Lembaran & Pengaman (AKLP), Yustinus H Gunawan mengatakan pemerintah harus segera turun tangan untuk menyelamatkan para pelaku usaha sektor manufaktur. Kata dia, dukungan kebijakan pemerintah sangat diharapkan untuk pertumbuhan yang lebih baik.

Baca juga:

Yustinus menegaskan target pertumbuhan itu bisa tercapai bila pemerintah bisa merealisasikan sejumlah kebijakan di sektor energi dalam mendukung industri nasional. Pihaknya berharap Peraturan Presiden No. 40/2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi bisa diimplementasikan.

Selain itu, jelasnya, pihaknya berharap kebijakan tarif listrik khusus untuk industri bisa dijalankan.

“Kecepatan pemerintah mengimplementasi kebijakan energi untuk sektor produktif, termasuk industri manufaktur, bisa terwujud dengan cepat.”

Meski industri manufaktur sedang terseok-seok, Yustinus tetap mengejar target agar tidak berubah dari proyeksi pertumbuhan 2019 yang diperkirakan mencapai 5%.

Yustinus mengatakan pihaknya memperkirakan kinerja sektor kaca lembaran sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Target itu, jelasnya, sudah termasuk dengan pertumbuhan kaca pengaman untuk industri otomotif.

“Sektor kaca lembaran targetkan pertumbuhan mirip dengan pertumbuhan ekonomi nasional, yaitu sekitar 5,0% – 5,5%,” ujarnya.

Menurutnya, sektor industri kaca lembaran harus bertumbuh untuk menjaga keberlanjutan proses produksi. Dia berharap pada tahun depan terjadi peningkatan ekspor mobil utuh sebab meningkatkan permintaan kaca pengaman yang berbahan baku kaca lembaran. Di samping itu, dia berharap sektor properti bisa lebih baik dari tahun ini agar mampu mendorong permintaan kaca lembaran.

“Sektor industri kaca lembaran harus tumbuh volumenya berapapun terlepas dari kondisi luar karena karakter dasar teknik produksinya adalah harus tetap menjaga panas tinggi dalam tungku peleburan,” ujarnya.[pit]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *