Internasional

Inggris Terus Kirim Bantuan untuk Sulteng

Palu dan Donggala porak poranda akibat gempa. (Foto: AFP)

Jakarta: Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menuturkan pihaknya tengah mempersiapkan bantuan-bantuan untuk para korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tenggara. Bantuan tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan yang disampaikan satgas bencana di Palu.

Dia menyatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Inggris terhadap Indonesia. 

"Di dunia yang saling terhubung ini, apa yang terjadi di Indonesia, dilihat dan didengar sampai ke Inggris. Masa depan kita saling terkait, dan dalam masa sulit ini, kami bersama Indonesia," kata Moazzam, dalam pernyataan yang diterima Medcom.id, Kamis 4 Oktober 2018.

Moazzam mengatakan Inggris memberi bantuan sebesar Rp60 miliar. Selain itu, pesawat Angkatan Udara Inggris berisi bantuan sedang dalam perjalanan menuju Indonesia.

Baca: Inggris Fokus Salurkan Bantuan Tenda ke Sulteng

Inggris, kata Moazzam, juga tengah mempersiapkan bantuan pesawat kedua. Mereka bahkan sudah merencanakan mengirim bantuan dengan pesawat ketiga.

"Kami telah mengirimkan beberapa staff ke Balikpapan dan siap membantu. Pesawat-pesawat ini akan membawa bantuan berupa tenda terpal, air minum, lampu surya dan persediaan untuk alat kebersihan dan sanitasi untuk sekitar 10,000 orang," tuturnya.

"Bantuan ini mudah-mudahan akan menghindari mereka dari resiko penyakit dan infeksi," tukas Moazzam.

Dia menambahkan Negeri Ratu Elizabeth akan mengantarkan bantuan ke Palu dan membagikannya melalui mitra-mitra, salah satunya Palang Merah Indonesia (PMI).

Baca: Inggris Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Sulteng

Moazzam mengungkapkan Ratu Inggris, Elizabeth II meminta padanya menyampaikan duka cita kepada Presiden Joko Widodo. Dia menambahkan seluruh rakyat Inggris ikut merasakan duka yang mendalam atas terjadinya gempa dan tsunami tersebut.

Lebih dari 1400 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat gempa 7,5 skala richter dan tsunami yang menghantam Sulawesi Tenggara. Ribuan orang terpaksa mengungsi karena rumah mereka hancur.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close