Inggris Yakin Hubungan Dengan ASEAN Tetap Baik Pasca Brexit

  • Whatsapp
Inggris berencana memperkuat kerja sama dengan Asia, terutama di tiga bidang, yaitu kemakmuran, keamanan dan nilai-nilai lainnya, termasuk demokrasi. (Foto:Medcom/Marcheilla)

Jakarta: Inggris tengah menghadapi kemelut karena akan keluar dari Uni Eropa (Brexit) pada 2019. Meski demikian, mereka yakin jika Brexit terjadi, hubungan dengan negara-negara Asia, khususnya ASEAN akan tetap erat.

Menteri Muda Urusan Asia Pasifik Kemenlu Inggris Mark Field mengatakan telah melakukan percakapan dengan negara-negara anggota ASEAN untuk memastikan ikatan dengan Negeri Ratu Elizabeth bisa terus terjaga.

Baca Juga:

"Dengan hubungan ASEAN berjalan baik, kami memastikan menjaga ikatan dekat kita melalui koneksi resmi secara luas dan seambisius mungkin," tuturnya di forum diskusi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Jakarta, Selasa 14 Agustus 2018.

Dia mengatakan Inggris memang sudah menjalin hubungan erat dengan negara-negara ASEAN. Namun, jika Brexit terjadi, London akan bermanuver lebih besar untuk menjaga hubungan baik tersebut.

Field mempromosikan bahwa kerja sama dengan Inggris pascaBrexit akan menambah peluang baru di berbagai bidang. "Termasuk perjanjian perdagangan bebas baru dan peningkatan kemitraan perdagangan," tukasnya.

Menurut dia, kemitraan merupakan pusat dari semua yang dilakukan di Asia. Karenanya, kebijakan All of Asia dibuat Inggris untuk mempromosikan dan melindungi kerja sama yang sudah dibangun selama ini.

Inggris berencana memperkuat kerja sama dengan Asia, terutama di tiga bidang, yaitu kemakmuran, keamanan dan nilai-nilai lainnya, termasuk demokrasi. Field menyerukan beberapa negara di Asia, termasuk Indonesia menganut sistem demokrasi yang mengagumkan. 

"Kami percaya orang-orang di sini, di Asia bebas mengekspresikan diri dan menjalani kehidupan yang mereka pilih. Ini berarti bebas dalam mengemukakan pendapat," imbuhnya.

Selama dua pekan, Field akan mengunjungi enam negara di ASEAN, termasuk Indonesia. Dia juga akan mengunjungi sembilan kota di Asia Tenggara. Indonesia menjadi negara pertama yang dituju dalam kunjungan kerja tersebut.

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *