Internasional

Ingin Naik Haji, 116 WNI Terjaring Razia di Makkah

Calon haji asal Indonesia. (Foto: MI/Siswantini Suryandari).

Makkah: Sebanyak 116 orang warga negara Indonesia (WNI) terjaring razia pihak keamanan Arab Saudi. Para WNI ini hendak berhaji, namun sebagian besar dari mereka menggunakan visa bekerja.

Dari hasil pemeriksaan berita acara (BAP) oleh tim petugas Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah, beberapa orang lainnya menggunakan visa umrah dan visa ziarah.

"Sebagian besar para WNI ini berdomisili di Makkah, sebagian lagi berasal dari luar Makkah, namun menyeberang melalui perbatasan masuk ke Kota Makkah untuk melaksanakan ibadah haji," demikian dikutip dari keterangan tertulis KJRI Jeddah yang diterima Medcom.id, Rabu 1 Agustus 2018.

Menurut Koordinator Pelayanan dan Perlindungan Warga (KPW) Safaat Ghofur, para WNI yang digerebek ini sebagian besar berasal dari Lombok Tengah , Nusa Tenggara Barat (NTB).  Mereka mengaku berniat ingin melaksanakan haji.

"Mereka membayar sewa kamar dengan biaya bervariasi, dari 150 hingga 400 riyal per kepala. Mereka menyewa beberapa syuggah (rumah) dalam satu imarah (gedung) melalui orang Bangladesh," ungkapnya.

Rumah-rumah tersebut dihuni 10 sampai 23 tiga orang, campur laki-laki dan perempuan. Salah seorang yang ditangkap mengaku berangkat dengan visa umrah dan masuk ke Arab Saudi sebelum bulan puasa. Yang lainnya datang pada saat Ramadhan.

"Jemaah bayar ke travel 50 hingga 60 juta rupiah," ucap salah satu yang tertangkap.

Sampai di Makkah, mereka harus membayar uang tambahan sebesar 500 riyal untuk menebus paspor ke guide. Staf KJRI Tolabul Amal mengatakan setelah di Makkah mereka bebas mau ke mana pun, tanpa harus mengikuti travel.

Meski demikian, sebagian dari WNI tersebut berdalih telah melakukan perpanjangan visa dan ada pihak yang sedang berupaya membebaskan mereka.

"Dua tahun lalu kami mengurus sedikitnya lima puluh dua (52) orang jemaah yang tertahan kepulangannya hingga lima puluh (50) hari, karena berhaji dengan visa bisnis, kunjungan dan jenis visa lainnya. Dari mereka ada juga dari kalangan media. Mereka harus membayar lima belas (15) ribu riyal per orang. Baru bisa pulang," ujar Konsul Jenderal RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin.

Oleh karena itu, Konjen Hery mengimbau masyarakat agar menunaikan ibadah haji sesuai prosedur yang telah diatur Pemerintah Arab Saudi. "Tidak baik juga beribadah tapi dengan melanggar hukum negara setempat," pungkas Konjen.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close