INDOPOLITIKA.COM – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Mabruri menyatakan bahwa partainya memiliki tiga kriteria terkait tokoh yang akan dicalonkan sebagai pasangan calon presiden-wakil presiden (capres-cawapres) di Pilpres 2024.

Tiga kriteria itu yakni nasionalis-religius, memiliki peluang besar untuk menang, dan menjadi simbol perubahan untuk Indonesia yang lebih baik.

Menurutnya, sejumlah tokoh masuk dalam kriteria itu yaitu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menparekraf Sandiaga Uno, Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hingga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Nasionalis-religius bisa Anies Baswedan, Sandiaga Uno, AHY, Ridwan Kamil, Muhaimin Iskandar, Airlangga Hartarto,” kata Mabruri saat dihubungi wartawan, Senin (19/9).

Ia menerangkan, PKS terus menjalin komunikasi dengan sejumlah parpol antara lain NasDem, Demokrat, Gerindra, dan parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yakni Golkar, PAN serta PPP. Mabruri bilang, langkah membangun Indonesia membutuhkan kolaborasi semua elemen bangsa.

Ia mengakui nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan tidak masuk radar yang bakal diusung PKS sebagai capres di Pilpres 2024. Namun, Mabruri enggan mengungkapkan alasan langkah itu lebih lanjut.

Mabruri juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah membangun komunikasi intens dengan Golkar sekarang. Hal ini menjadi dasar alasan nama Airlangga dipertimbangkan untuk didukung di Pilpres 2024.

“PKS intens komunikasi dengan Golkar. Sedangkan Golkar akan mengusung Airlangga jadi capres,” jelas Mabruri.

Meski Airlangga masuk ke dalam radar PKS, lanjutnya, PKS belum tentu juga bergabung dengan KIB. Menurut dia, kondisi koalisi saat ini masih sangat dinamis.

“Masalah mau masuk KIB atau tidak kita lihat perkembangan politik yang makin dinamis,” katanya.

Mabruri menyatakan, PKS yakin politik menjelang Pemilu 2024 akan semakin dinamis. Oleh sebab itu, menurutnya, komposisi koalisi masih mungkin berubah-ubah.

Alasan lain, PKS sangat berminat koalisi dengan Golkar karena mesin parpol penguasa Orde Baru dianggap sangat solid sampai ke tingkatan desa.

“Struktur Golkar masih rapih sampai tingkat desa,” tegas dia.

Sama halnya dengan PKS, kata Mabruri, di beberapa titik, mesin parpol Golkar bekerja sangat optimal.

“Di beberapa daerah masih ampuh mesinnya,” katanya.

Sebelumnya, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan partainya akan menentukan rekan koalisi sekaligus capres-cawapres yang akan diusung di Pilpres 2024pada akhir tahun ini.

“Harapannya akhir tahun [2022]. Kalau nanti harapan PKS ketika kita sudah bentuk koalisi, sekalian capres-cawapres diumumkan, karena kalau koalisi dibentuk terus capres cawapresnya enggak diumumkan, ya nantinya enggak nendang gitu,” kata Mardani di Hotel Amaris, Jakarta Pusat, Sabtu (17/9).

Mardani menilai sudah sepatutnya koalisi di pilpres lebih cepat diumumkan. Saat ini, PKS masih dalam proses menyatukan pelbagai parpol yang hendak membangun koalisi bersamanya.

“Kalau kami kan musti tiga kalau sama NasDem dan Demokrat. Kalau sama Golkar bisa berdua, nah proses ini perlahan-lahan tapi harapan kami di akhir 2022 sudah ada kerangkanya,” kata Mardani.

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com